04 February 2020, 13:00 WIB

Wah, Eropa Desak Penyamaan Perangkat Pengisi Baterai Ponsel


Irana Shalindra | Weekend


Kabar baik --tergantung dari jenis kabel yang Anda miliki-- Parlemen Eropa telah memberikan suara 582-40 yang mendukung resolusi mendesak anggota parlemen untuk menetapkan standar perangkat kabel pengisian daya baterai, mengutip adanya rasa "frustrasi konsumen".

Frustrasi konsumen itu dapat merujuk pada siapa saja yang memutakhirkan telepon mereka dan harus mengganti semua kabel, atau siapa saja yang pernah ingin mengisi daya telepon mereka untuk pulang.

Pada tahap ini, itu masih sebuah resolusi. Komisi Eropa sekarang harus membuat rancangan undang-undang dan memilihnya, yang telah dijadwalkan untuk Juli mendatang.

Karena sebagian besar industri menggunakan micro-USB atau USB-C, undang-undang tersebut akan memengaruhi Kabel Petir milik Apple.

Dalam sebuah pernyataan, Apple mengatakan setiap regulasi potensial akan "menghambat inovasi".

Peraturan tersebut, jika disahkan, juga berarti menutup peluang Apple untuk menghasilkan uang melalui lisensi teknologi konektornya. Saat ini, perusahaan pihak ketiga mana pun yang membuat perangkat dengan konektor dan port sedemikian rupa perlu membayar lisensi dari Apple.

Sebelum pemungutan suara Uni Eropa, Apple sudah mulai memasukkan USB-C pada iPhone 11 Pro baru kelas atas yang diumumkan pada bulan September.

Selain frustrasi konsumen, resolusi Uni Eropa menyebut sampah elektronik (e-waste) sebagai salah satu alasan terbesar industri perlu mengadopsi standar kabel pengisian daya.

"Lima puluh juta metrik ton e-waste dihasilkan secara global per tahun, dengan rata-rata lebih dari 6 kg per orang," katanya.

"Total timbulan e-waste di Eropa pada 2016 adalah 12,3 juta metrik ton, setara dengan rata-rata 16,6 kg per penduduk ... ini mewakili jejak lingkungan yang tidak perlu, yang seharusnya dapat dikurangi."

Sebagai tanggapan, Apple juga berpendapat bahwa pemaksaan untuk meninggalkan konektor Lighting akan menciptakan "jumlah limbah elektronik yang belum pernah terjadi sebelumnya".

Perusahaan itu mengatakan telah mengirimkan lebih dari satu miliar perangkat yang memiliki konektor Lightning, serta jutaan aksesori yang menggunakan teknologi tersebut. (ABC.net.au/M-2)

BERITA TERKAIT