03 February 2020, 20:20 WIB

Dihantam Badai, Nelayan Maharuddin belum ditemukan


Yose Hendra | Nusantara

SEORANG nelayan Pasia Jambak, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatra Barat, Maharudin, 58, hingga saat ini belum ditemukan, setelah dikabarkan hilang dihantam badai saat melaut, Rabu (29/1) dinihari, di sekitar perairan Purus dan Lolong.

KM Family 010 dengan mesin GT 20 yang ditumpanginya dihantam badai. "Kita turut bersedih dan berduka atas kejadian ini, tidak sangka, nelayan hilang tidak diperairan Pesisir Selatan sajo kejadiannya akan tapi dunsanak kito nan ado di Pasia Jambak, tertipa pula. Sungguh dahsyat badai hari Rabu lalu tersebut, Hingga saat ini Maharudin korban badai tersebut masih belum ditemukan," ungkap Nasrul Abit, Senin (3/2).

Nasrul Abit mencoba terus mengkoordinasikan dengan BNPB Wilayah Sumbar, BPBD Prov Sumbar dan Basarnas Sumbar agar bisa mengerahkan 1 kapal untuk membantu pencarian korban berhubung saat ini kapal-kapal tersebut sedang  berada di Pessel untuk mencari 11 nelayan yang hilang di perairan Pessel. "Mudah-mudahan Basarnas masih bisa juga sekalian melakukan pencarian hingga ke laut Pasir Jambak, agar juga dapat menemukan Maharuddin," ujar Nasrul.

Pada dasarnya keluarga sudah mengikhlaskan korban dan berharap agar besok, Selasa (4/2) pukul 08.00 WIB, bisa melakukan doa bersama untuk korban.

Nasrul Abit dalam suasana yang bersahabat berdunsanak juga menerima masukan-masukan dari para nelayan Pasia Jambak terkait suka duka dalam dalam mencari ikan. "Pemprov Sumbar akan selalu memberikan perhatian dengan berbagai program dan kegiatan bagaimana ada kemajuan dan pengembangan dalam kesejahteraan para nelayan. Nelayan maju dan sejahtera, Sumbar akan menjadi daerah berdaya saing yang unggul," pungkas Nasrul Abit. (OL-12)

BERITA TERKAIT