04 February 2020, 01:20 WIB

ASN tidak Netral Bisa Kena Pidana


MI | Nusantara

GUBERNUR Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Laiskodat, mengingatkan aparatur sipil negara (ASN) agar bersikap netral pada perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020. ASN yang tidak netral berpotensi dikenai pidana.

Dia menjelaskan, ketidaknetralan ASN bisa dalam bentuk kampanye atau melakukan tindakan yang merugikan ataupun menguntungkan salah satu pasangan calon yang berlaga di pilkada.

“Saya minta kepada seluruh jajaran ASN untuk bersikap netral dalam menyikapi konstelasi politik di sembilan kabupaten di NTT,” kata Laiskodat saat memimpin apel di halaman Gedung Sasando Kantor Gubernur di Jalan El Tari 52 Kupang, kemarin.

Menurutnya, dari sembilan kabupaten, tiga kabupaten di antaranya dianggap sebagai daerah rawan, yakni Timor Tengah Utara, Manggarai, dan Sumba Barat. Adapun kabupaten lainnya yang juga menggelar pilkada ialah Malaka, Belu, Ngada, Manggarai Barat, Sabu Raijua, dan Sumba Timur. “Karena itu, ASN harus netral,” tandasnya.

Terpisah, di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Partai NasDem menjadi incaran partai lain untuk berkoalisi agar dapat mengusung calon pada Pilkada Serentak 2020. Sebagai informasi, saat ini Partai NasDem memiliki tujuh kursi di DPRD Rembang.

Dengan posisi itu, Partai NasDem menjadi incaran oleh partai dan para kandidat untuk membangun koalisi guna mengusung calon kepala daerah yang akan berlaga.

Semisal, dua tokoh Partai NasDem, yakni Ketua DPD NasDem Rembang Bayu Ardiyanto (petahana Wakil Bupati Rembang) dan Pembina Partai NasDem Rembang Atna Tukiman dilirik untuk diusung maju di Pilkada Rembang 2020.

Sementara itu, KPUD di 14 kabupaten di Kalimantan Tengah (Kalteng) sedang melaksanakan tahapan seleksi panitia pemilihan kecamatan (PPK) untuk Pilkada Gubernur Kalteng  2020.

Ketua KPU Provinsi Kalteng, mengatakan sejauh ini sudah ada kabupaten yang telah rampung melakukan tahapan tes tertulis dan selanjutnya akan dilakukan tes wawancara. “Nanti akan diambil 10 orang dari hasil tes wawancara, kemudian diambil 5 orang untuk tiap kecamatan,” paparnya.

Di sisi lain, Sekretaris Daerah (Sekda) Tanah Datar, Sumatra Barat, Irwandi, menyampaikan harapan agar pesta demokrasi di kabupaten itu bisa berlangsung aman, damai, dan badunsanak. “Pesta demokrasi diharapkan membuat masyarakat bergembira,” tandasnya. (PO/AS/SS/YH/BB/AD/N-3)

BERITA TERKAIT