03 February 2020, 23:45 WIB

Izin Usaha Resmi ‘Satu Pintu’ di BKPM


MI | Ekonomi

BADAN Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mulai Senin (3/2) resmi menjadi satu-satunya lembaga yang berwenang memberikan izin usaha. Hal itu sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) No. 7/2019 tentang Percepatan Kemudahan Berusaha.

Lewat Inpres tersebut, 25 kementerian/lembaga harus melimpahkan kewenangan pemberian izin ke BKPM.

“Sekarang sudah didelegasikan ke BKPM. Nanti semua BKPM yang akan mengeluarkan izin usahanya, dan secara teknis ada pejabat penghubung dari 25 kementerian/lembaga yang ditempatkan di BKPM. Jadi kalau ada persoalan teknis akan diselesaikan oleh mereka,” ujar Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dalam seminar nasional bertajuk ‘Membangun Optimisme dan Peluang di Tengah Ketidakpastian’ di Wisma Antara, Jakarta,  Senin (3/2).

Kebijakan ‘satu pintu’ itu juga berlaku di tingkat daerah. BKPM akan diwakili oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) di tiap wilayah administratif.

Meski telah memiliki kewenangan tersebut, Bahlil mengaku tidak serta-merta proses perizinan akan selesai dalam waktu singkat. Lamanya waktu tersebut ditentukan oleh model izin berusaha yang diajukan.
Ditambahkan Bahlil, pihaknya kini tengah menyusun Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria (NSPK) dalam rangka pemberian izin ke pelaku usaha untuk berusaha di Indonesia.

“Kasih saya waktu, lebih cepat maka lebih baik. Karena pengusaha cuma membutuhkan tiga hal: kecepatan, kepastian, dan efisiensi,” tuturnya.

Di diskusi yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan situasi ekonomi dalam negeri saat ini masih jauh dari resesi.

Pernyataannya itu dikuatkan dari hasil pertemuan World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, beberapa waktu lalu. Dalam pertemuan itu, hampir seluruh perwakilan negara yang hadir merasa optimistis atas perkembangan perekonomian di negara masing-masing, tak terkecuali Indonesia.

“Amerika masih positif, kemudian juga di Eropa dan ketegangan yang terjadi di middle east tidak sedalam yang diperkirakan. Kalau kita lihat secara keseluruhan, negara maju masih tumbuh dan negara berkembang tumbuh di atas perekonomian dunia,” ujar Airlangga. (Mir/E-2)

BERITA TERKAIT