03 February 2020, 19:30 WIB

Singapura Karantina 524 Orang terkait Virus Korona


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

SEBANYAK 524 warga Singapura dikarantina hingga Minggu (2/2) malam waktu setempat. Hal itu diungkapkan Menteri Pembangunan Nasional, Lawrence Wong, di komples parlemen Singapura, menyusul penyebaran virus korona.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan 302 orang berada di bawah karantina rumah, sedangkan 222 orang sisanya berada di fasilitas karantina pemerintah (GQF). Dalam hal ini, GQF merupakan pemondokan dari pemerintah, asrama universitas dan tempat Angkatan Bersenjata Singapura.

Sejumlah fasilitas itu digunakan untuk menampung orang yang melakukan kontak dekat dengan lokasi kasus virus korona. Apalagi banyak pelancong yang baru tiba dari Hubei, Tiongkok.

Baca juga: 92 Warga Singapura Dievakuasi dari Wuhan

"Orang-orang di bawah karantina diharuskan tinggal di lokasi mereka setiap saat selama periode karantina. Mereka tidak bisa berinteraksi secara fisik dengan orang lain yang tinggal di tempat yang sama," papar Wong dalam pernyataan resmi.

Virus korona yang berasal dari Wuhan di Tiongkok, menewaskan lebih dari 360 orang dan menginfeksi lebih dari 17.000 orang. Sekitar 18 kasus dikonfirmasi di Singapura. Semuanya memiliki catatan perjalanan dari Provinsi Hubei, tempat asal virus korona.

Wong mengatakan tindakan karantina dan leave of absence (LOA) membantu mengurangi risiko penyebaran masyarakat dan melindungi warga Singapura dari penyebaran virus. Untuk kasus karantina, pihak berwenang akan menilai apakah seseorang harus dikarantina di rumah atau GQF.

"Kami akan menggunakan panggilan video, panggilan telepon dan pemeriksaan berkala untuk memastikan mereka tetap berada di lokasi karantina yang telah ditentukan," jelasnya.

"Ini adalah protokol yang telah kami laksanakan selama wabah SARS dan diperbaiki selama bertahun-tahun," ucap Wang.(CNA/OL-11)

BERITA TERKAIT