03 February 2020, 18:47 WIB

Pengumuman, Penutupan Penerbangan ke Tiongkok Tanpa Jangka Waktu


Hilda Julaika | Ekonomi

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menutup untuk sementara jalur penerbangan dari dan menuju Tiongkok mulai Rabu, (5/2) pukul 00.00.
Keputusan ini tidak diikuti jangka waktu penutupan. Artinya, pembukaan jalur penerbangan dari dan ke Tiongkok masih harus menunggu perkembangan lebih lanjut.

"Saya mendapat perintah dari Presiden Jokowi, penerbangan dari dan ke Tiongkok ditunda mulai Rabu pukul 00.00 dan dilakukan dalam waktu yang belum ditetapkan," ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Kantor Kemenhub Jakarta, Senin (3/2).

Lebih lanjut Budi memaparkan alasan keputusan penundaan tersebut dilakukan. Hal ini berdasarkan kepada koordinasi mengenai virus korona dengan leading sector, di antaranya Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Koordinasi ini menghasilkan kesepakan untuk menjadikan World Health Organisation (WHO) sebagai acuan informasi dan pengambilan keputusan.

"Dalam hal menentukan bahwa bagaimana tingkat bahaya virus,  kita sepakat WHO kita pakai sebagai acuan. Sehingga saat mengeluarkan rekomendasi maka kami melaporkan kepada Presiden dan kemarin diputuskan tidak dilaksanakan penerbangan dari dan ke Tiongkok," imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama Dirjen Perhubungan Udara Novie Riyanto menyampaikan perihal pengembalian tiket yang sudah dijual di lapangan akan dibahas dengan maskapai penerbangan terkait. Termasuk dengan semua operator bandara lainnya untuk dilakukan pendataan perhitungan.

Menurut Novie, alternatif pengembalian harus dilihat berdasarkan skema pengembalian hingga jumlah tiket yang harus dikembalikan kepada masyarakat. Namun, pada prinsipnya suatu kebijakan yang sudah ditentukan oleh pemerintah dan maskapai pilihannya adalah mengembalikan tiket atau melakukan re-route tiket. Re-route tiket ini bisa digunakan untuk destinasi lain.

Mengenai rute pengalihan yang memungkinkan, menurut Budi ada dua rute baru yang akan dibuka. Kemungkinan rute tersebut yakni, Asia Selatan (India, Pakistan, dan Nepal). Kedua, rute ke Australia. Meski begitu, kemungkinan pengalihan rute ini masih harus dibahas secara detail.

"Ada 2 tempat yang mungkin mereka akan tuju, paling masif adalah ke Asia Selatan, kita tahu India, Pakistan, Nepal relatif belum punya suatu konektivitas maksimal. Jadi itu akan digarap. Juga ke Australia. Ya dua itu. Tapi ini kita belum lakukan pembahasan yg detail. Dua hari ini pak dirjen udara akan rapat," tandasnya. (Hld/E-1)

 

BERITA TERKAIT