03 February 2020, 18:32 WIB

Kopi Diet, Keunikan Asal Temanggung


Dero Iqbal Mahendra | Nusantara

KOPI bukan hanya minuman gaya hidup semata, namun dengan pengolahan yang tepat dapat menjadi minuman bermanfaat. Seperti petani kopi asal Temanggung yang mengolah kopi khusus untuk kebutuhan diet.

Suwandi, petani kopi Temanggung sekaligus pemilik brand kopi Abednego coffee, mengungkapkan tempatnya memang memproduksi kopi diet. Kopi ini memiliki bahan baku kopi arabika, namun diolah secara khusus.

"Kopi untuk diet ini memang ditujukan untuk menurunkan berat badan. Berbeda dengan kopi konsumsi yang dipetik saat buahnya matang merah, kopi diet ini dipetik saat masih hijau," terang Suwandi kepada Media Indonesia, beberapa waktu lalu.

Dia menjelaskan selain berbeda dari waktu panen, pemrosesan buah kopi hijau ini juga berbeda dengan proses kopi pada umumnya. Dalam prosesnya, kopi hijau ini berbeda dalam proses roasting, yakni hanya diproses sangrai setengah matang. Berbeda dengan kopi konsumsi yang diharuskan matang hingga berwarna coklat kehitaman.

Biji kopi ini memang tidak melalui proses seperti full wash dan lainnya. Tetapi, langsung di-roasting setengah matang dan di-grinder. Namun, kopi tersebut tetap dapat langsung dikonsumsi.

Baca juga: Beri Nilai Lebih bagi Penikmat Kopi yang Berada di Ungaran

"Konsumsinya dapat dilakukan satu hari dua kali, yakni pagi dan sore. Karena biji kopinya adalah arabika. Tingkat keasamannya tidak begitu tinggi seperti robusta," jelas Suwandi.

Selain kopi diet, kopi asal Temanggung memiliki keunikan lain, yakni wine koffee. Seperti kopi diet, yang membedakan kopi ini dari kopi lainnya ialah perlakuan selama prosesnya.

"Buah kopi yang dipetik merah dari kebun langsung disortir dalam dua tahap. Pertama, melalui metode perambangan, yang memisahkan buah kopi yang tenggelam dan yang mengambang. Buah kopi yang tenggelam kemudian disortir kembali, yang warnanya merah marun (merah muda) dipisahkan dengan yang merah terang," paparnya.

Suwandi menjelaskan buah kopi merah terang ini merupakan buah yang sudah sangat masak. Buah kopi masak ini kemudian diproses dengan dimasukkan dalam karung dan didiamkan dalam ruangan bersuhu ruang tanpa sinar matahari, yang masuk selama 21 hari.

Setelah melalui 21 hari, buah kopi tersebut kemudian dikeringkan dengan menggunakan sinar matahari. Jika memiliki rumah kaca, buah kopi tersebut tidak perlu disimpan kembali dalam karung saat malam. Namun, tinggal dikeringkan di rumah kaca.

"Proses ini dilakukan terus sampai buah kopi kering. Setelah itu dipisahkan antara biji kopi dengan buahnya yang sudah mengering dan kemudian di-roasting hingga matang," urainya.

Untuk produk akhir, disesuaikan dengan keinginan konsumen. Ada yang meminta dalam bentuk biji kopi, namun ada juga yang meminta dalam bentuk bubuk kopi. Lebih lanjut, dia mengungkapkan pelanggan yang memberikan nama kopi wine, karena memiliki rasa buah anggur dan memiliki rasa alkohol. Padahal dalam prosesnya tidak menggunakan campuran alkohol dan murni dari buah kopi.(OL-11)

 

BERITA TERKAIT