03 February 2020, 17:51 WIB

Kematian Akibat Virus Korona di Tiongkok Melampaui SARS


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

JUMLAH korban yang meninggal akibat virus korona baru di Tiongkok melonjak di atas 360 jiwa, Senin (3/2). Hal itu melampaui jumlah kematian akibat krisis SARS dua dekade lalu.

Sebanyak 57 kematian baru dikonfirmasi adalah peningkatan terbesar sejak virus terdeteksi akhir tahun lalu di pusat Kota Wuhan, Hubei, tempat virus diyakini telah melompat dari hewan di pasar ke manusia.

Virus ini telah menyebar ke lebih dari 24 negara, meskipun banyak pemerintah memberlakukan larangan perjalanan yang belum pernah terjadi sebelumnya pada orang-orang yang datang dari Tiongkok.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan krisis ini sebagai darurat kesehatan global, dan kematian orang asing pertama dari virus itu dilaporkan di Filipina pada Minggu.

Di Tiongkok, semua kecuali satu dari 57 kematian baru dilaporkan pada Senin di Wuhan dan wilayah Provinsi Hubei lainnya, yang sebagian besar telah dikunci selama hampir dua minggu untuk menghentikan orang-orang pergi dan menularkan virus.

Korban tewas nasional mencapai 361 jiwa, melebihi 349 kematian di daratan Tiongkok akibat wabah Sindrom Pernafasan Akut Parah (SARS) tahun 2002-2003.

SARS, disebabkan oleh patogen yang mirip dengan virus korona baru dan juga berasal dari Tiongkok, menewaskan 774 orang--dengan sebagian besar kematian lainnya di Hong Kong. (CNA/OL-4)

BERITA TERKAIT