03 February 2020, 16:45 WIB

Cabai di Gresik Tembus Rp120 Ribu


M Yakub | Nusantara

HARGA cabai rawit di pasar tradisional di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, tembus hingga Rp120 ribu per kilogram (kg). Kenaikkan harga ini sangat meresahkan warga. Pasalnya, pada sepekan lalu harga cabai baru pada kisaran harga Rp50 ribu-Rp60 ribu per kg. Melambungnya harga cabai ini disebabkan pasokkan cabai dari daerah penghasil terbatas. "Iya kami heran sekali, harga cabai sangat mahal," terang Darmi, ibu rumah tangga di Kecamatan Panceng, Gresik, Senin (3/2) siang.

Menurut dia, harga cabai yang bertahan mahal pada kisaran harga Rp100 ribu itu membuat  konsumen resah. Pasalnya, pada perayaan Hari Raya Idul Adha tahun lalu harga cabai tidak sampai kisaran tersebut. "Ini mengherankan. Nggak ada apa-apa cabai masih mahal," keluhnya.

Senada, disampiakan Ulifah, pedagang sayur di Pasar Panceng. Menurut dia, harga cabai pada sepekan lalu masih pada kisaran Rp50 ribu-Rp60 ribu per kg. Dan selanjutnya harga naik bertahap hampir tiap sehari sehingga sekarang berada kisaran Rp120 ribu per kg.

Ia mengakui, pasokkan cabai dipasaran memang mengalami penurunan drastis dalam sepekan terakhir. Kondisi ini disebabkan banyaknya tanaman cabai milik petani yang mati kekeringan pada musim kemarau lalu. Sehingga, saat awal penghujan seperti sekarang petani baru mulai tanam lagi. "Banyak tanaman yang mati kekeringan musim lalu," katanya, terpisah.

Ulifah mengungkapkan, pada saat cuaca normal, cabai yang diperjualbelikan diperoleh dari petani sekitar kecamatannya dan sejumlah desa penghasil terdekat di Kabupaten Lamongan. Di antaranya, dari Desa Banyubang, Bluri, Takeran, Kecamatan Solokuro dan Desa Tlogosadang, Kemantren Kecamatan Paciran. Dengan demikian, lanjut dia, stok cabai dipasaran makin langka dan
secara langsung harga terus melambung. (OL-12)

BERITA TERKAIT