03 February 2020, 15:35 WIB

Kominfo: Sebaran Hoaks Virus Korona Meningkat


Ihfa Firdausya | Humaniora

KEMENTERIAN Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyatakan sebaran hoaks dan disinformasi mengenai penyebaran virus korona (2019-nCoV) di Indonesia meningkat dalam dua minggu terakhir. Hingga Senin (3/2), Kominfo menemukan sebanyak 54 informasi hoaks yang tersebar melalui media sosial dan aplikasi pesan instan.

"Tiga hari yang lalu kami pantau ada 36. Hari ini sudah hampir dua kali lipat konten hoaks dan disinformasi yang disebarkan," ujar Menkominfo, Johnny G. Plate, dalam konferensi pers di Gedung Kominfo, Senin (3/1).

Dalam laporan Kominfo, hoaks yang beredar di masyarakat, seperti kurma yang harus dicuci bersih karena mng virus korona yang berasal dari kelelawar, telepon seluler merek Xiaomi buatan Tiongkok yang dapat menularkan virus korona, berikut Warga Negara Asing (WNA) asal Tiongkok yang terserang virus korona di Rumah Sakit Umum (RSU) Dr Soetomo Surabaya.

Untuk mengetahui informasi yang dinyatakan sebagai hoaks, masyarakat bisa mengakses langsung website kominfo.go.id dan mengecek di laman Laporan Isu Hoaks.

Baca juga: Berita Pasien Meninggal di Semarang Akibat Korona, Hoaks!

"Lakukan cek silang dan cari informasi dari sumber resmi pemerintah. Kalau berkaitan dengan kesehatan, cek di kemkes.go.id, atau mengenai informasi luar negeri cek di kemlu.go.id," imbuh Johnny.

Menteri Kominfo menegaskan pihaknya telah melakukan pemblokiran konten hoaks dan disinformasi. Serta, akan melakukan penindakan melalui aparat penegak hukum.

"Kami tak segan lakukan blokir dan mendorong penegak hukum mengambil langkah tegas," katanya.

Johnny menyebut sebagian besar penyebaran hoaks virus korona berasal dari aplikasi WhatsApp. "Penyebaran yang paling besar melalui WhatsApp, diteruskan, diteruskan seperti itu dan bisa seperti deret ukur, bisa menjangkau banyak sekali masyarakat," jelas dia.

Dalam hal ini, Kominfo belum berencana untuk membatasi WhatsApp. "Justru yang kita minta WhatsApp-nya diperbanyak menjelaskan yang bener," pungkasnya.

Saat ini, lanjut dia, pemerintah telah mengambil kebijakan untuk mencegah dampak penyebaran virus korona (2019-nCOV). Di antaranya, pemulangan 285 Warga Negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, Tiongkok, penutupan penerbangan dari dan ke Tiongkok mulai Rabu (05/02) pukul 00.00 WIB, dan pencabutan Bebas Visa dan Visa On Arrival bagi warga negara Tiongkok yang tinggal di Tiongkok daratan.(OL-11)

BERITA TERKAIT