03 February 2020, 12:40 WIB

Melonjak, Jumlah Terinfeksi Virus Korona di Tiongkok Capai 17.200


Nur Aivanni | Internasional

KOMISI Kesehatan Nasional Tiongkok mengatakan jumlah total jiwa yang terinfeksi virus korona mencapai 17.200 di seluruh wilayah Tiongkok dengan 2.829 kasus baru yang dikonfirmasi.

Dalam data terbarunya, komisi menyampaikan ada 57 kematian baru akibat virus korona sehingga jumlah korban secara keseluruhan mencapai 361 jiwa. Provinsi Hubei menjadi wilayah yang paling terdampak. Angka tersebut melebihi angka kematian di Tiongkok ketika terjadi wabah SARS pada 2002-2003.

Negara-negara G7 seperti Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris dan Amerika Serikat telah mengonfirmasi kasus virus korona. Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn mengatakan pihaknya akan membahas tanggapan bersama terkait wabah tersebut.

Penutupan Kota Wenzhou

Tiongkok melakukan karantina luar biasa di Wuhan dan kota-kota sekitarnya, yakni menutup akses jalan dan membatasi pergerakan penduduk. Sepuluh hari setelah menutup Kota Wuhan, pemerintah memberlakukan tindakan serupa terhadap Wenzhou, di Provinsi Zhejiang.

"Hanya satu penduduk per rumah tangga yang diizinkan keluar setiap dua hari untuk membeli kebutuhan. 46 stasiun, jalan tol telah ditutup," kata pihak berwenang di kota Wenzhou yang berpenduduk sembilan juta orang, Senin (3/2).

Baca juga: Obat Antivirus dan Anti HIV Sembuhkan Pasien Korona di Bangkok

Sebelumnya, kota tersebut juga telah menutup tempat-tempat umum seperti bioskop dan museum serta transportasi umum ditangguhkan. Untuk diketahui, Provinsi Zhejiang memiliki jumlah kasus 661 infeksi yang dikonfirmasi, 265 di antaranya di Wenzhou.

Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru dan Israel telah melarang warga negara asing untuk masuk ke negaranya jika baru saja dari Tiongkok. Tak hanya itu, negara-negara tersebut telah memperingatkan warga untuk tidak berpergian ke Tiongkok. Bahkan, Mongolia, Rusia dan Nepal pun menutup perbatasan darat mereka.(Channel News Asia/OL-5)

BERITA TERKAIT