03 February 2020, 12:26 WIB

Ratusan Mobil KIA Teronggok di Tanjung Priok


Media Indonesia | Otomotif

KANTOR Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok mengungkapkan ada sebanyak 150 mobil milik PT KIA Indonesia Motor (KIA) yang belum diurus kepemilikannya.

Kepala Seksi Layanan Informasi KPU Bea dan Cukai Tanjung Priok, Endang Puspawati, mengatakan ratusan mobil tersebut sudah berada di tempat itu sejak November 2014. Endang mengatakan sampai sekarang ratusan mobil tersebut tidak pernah diurus pemiliknya, yakni PT KIA Indonesia Motor.

Diduga mobil itu merupakan bagian dari pembayaran yang akan dilakukan PT KIA kepada Nippon Export and Investment Insurance dan Marubeni Corporation. Kedua pihak itu merupakan pemohon yang telah melayangkan gugatan hukum kepada PT KIA Indonesia Motor di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat.

Gugatan itu berkaitan dengan persoalan utang senilai US$15,57 juta kepada Nippon Export dan senilai US$1,73 juta kepada Marubeni. Berdasarkan hasil putusan Pengadilan Niaga pada Agustus 2019, PT KIA Indonesia Motor berada dalam keadaan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU).

Ardhiyasa dari kantor A&Co yang menjadi perwakilan kuasa hukum kedua perusahaan asal Jepang itu mengaku sudah mendengar adanya ratusan mobil teronggok itu. "Tapi itu bukan barang yang bisa digadaikan untuk melunasi utang.Sementara utang kepada kami sejak 2014 belum dibayar dan sampai kini tidak ada omongan dari KIA untuk pelunasan," kata Dias, sapaan akrab Ardhiyasa, saat dimintai konfirmasi secara terpisah. (RO/E-1)

BERITA TERKAIT