03 February 2020, 12:14 WIB

Ketua KPK: Kita Kehilangan Putra Terbaik Bangsa


Cahya Mulyana | Politik dan Hukum

KETUA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya seorang tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Sholahuddin Wahid (Gus Sholah) pada Minggu (2/2) malam karena sakit. Sosok yang akrab disapa Gus Sholah itu dinilai memberikan tauladan mengenai toleransi sehingga perjuangannya patut dilanjutkan oleh segenap anak bangsa.

"Inna lillahi wa inna ilaihi rajiiun. Dengan berpulangnya ke Rahmatullah Gus Sholah. Bangsa Indonesia telah kehilangan satu putra terbaiknya, kita sebagai generasi penerus bangsa memiliki kewajiban untuk melanjutkan perjuangan beliau," kata Firli kepada Media Indonesia, Senin (3/2).

Baca juga: Wapres : Gus Sholah Banyak Mengabdikan Diri dalam Kenegaraan

Ia mengatakan saudara kandung Presiden keempat Abdurahman Wahid itu kerap mengampanyekan budaya toleran sebagai kunci menjaga keutuhan dan kemajuan bangsa. Perjuangannya itu harus menjadi warisan yang direalisasikan dalam kehidupan bermasyarakat.

"Semoga kita dapat mewujudkan harapan beliau untuk Indonesia yang toleran, adil, cerdas dan sejahtera bagi semua anak bangsa. Allahummaghfirlahu warhamhu wa afihi wafu anhu. Kita semua berdoa, semoga almarhum husnul khotimah. Aamiin," pungkasnya.

Gus Sholah meninggal dunia di Rumah Sakit Harapan Kita dan disemayamkan di rumah duka berada di Jalan Bangka Raya No.2B, RT.3/RW.5, Pela Mampang, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Senin (3/2) pukul 09:00 diberangkatkan dari Bandara Halim Perdanakusuma menuju Pesantren Tebuireng untuk dikebumikan.(OL-5)

BERITA TERKAIT