03 February 2020, 11:41 WIB

Catatan Sempurna Tuan Rumah Pertamina


Lilik Darmawan | Olahraga

RUANG ganti di GOR Satria, Purwokerto, Jawa Tengah (Jateng) menjadi saksi bisu bagaimana pelatih asal Azerbaijan Ziya Radjabov memompa semangat anak-anak asuhnya, tim bola voli Jakarta Pertamina Energi (JPE).

"Sewaktu stretching, saya bilang kepada para pemain bahwa ibu saya tengah ulang tahun. Berikanlah yang terbaik untuk ibu saya. Tolong bermain yang bagus," kata Zoya.

Ternyata pertandingan pada Jumat (31/) melawan Gresik Petrokimia Puslatda Koni Jatim tersebut, JPE melibas dengan skor 3-0. Keganasan tim polesan Ziko-sapaan akrab Ziya Radjabov tersebut pada Minggu (2/2) yang menggilas Bank BJB Tandamata dengan skor 3-0.  

"Kemenangan demi kemenangan tentu patut kita syukuri. Tetapi, perjalanan masih panjang, karena baru seri kedua di putaran pertama. Masih banyak babak-babak berikutnya yang menanti," ungkap Manajer Tim Putri JPE Widi Triyoso.

Para pemain tidak akan beristirahat dan akan terus berlatih dan berlatih. Dalam menatap pertandingan ke depan, bakal terus melakukan evaluasi dan mempelajari permainan lawan.

"Sebagai homebase JPE, Purwokerto luar biasa. Dukungan penonton sangat luar biasa yang juga lebih memotivasi kami para pemain," ungkap Novia Andriyanti yang dipuji
oleh Ziko sebagai pemain terbaik saat menghadapi Bank BJB Tandamata.

Jejak tim putri juga diikuti oleh tim putra JPE, sebab tim juga melibat musuh-musuhnya yakni Palembang Bank Sumsel Babel pada Sabtu (1/2) dan Indonesia Garuda pada Minggu (2/2) malam dengan skor sama 3-1. Kecurian satu set ketika melawan kedua tim, menjadi cacatatan bagi coach Pascal W  Picaulima. Ia tidak mau jemawa meski dua kali mengantongi kemenangan.

Dalam evaluasinya saat menghadapi Indonesia Garuda, Pascal menyatakan timnya masih banyak mengalami kesalahan. Sehingga tim lawan mampu mencuri satu set. Pada saat melawan Indonesia Garuda, tim JPE kecolongan di set kedua.

"Tim masih masih melakukan kesalahan, terutama pada set kedua, sehingga kita kecolongan set. Pada set ketiga sampai pertengahan juga banyak kesalahan. Mungkin karena kita main lepas dan masih banyak yang muda," ungkap Pascal.

Pascal mengatakan untuk menghadapi seri berikutnya, ia bakal melakukan evaluasi dan persiapan matang untuk menantang lawan-lawan selanjutnya.

"Anak-anak ini masih muda-muda dan membutuhkan banyak bermain, sehingga mental mereka juga lebih terasah," tegasnya.

Pada putaran seri kedua, putaran pertama Proliga 2020 di Kota Purwokerto, baik tim putra maupun putri JPE mampu menyabet kemenangan penuh dengan dua laga yang dilakoninya. Bahkan, tim putri JPE menjadi pimpinan klasemen sementara Proliga. Sedangkan untuk tim putra mendapat poin 8 dari tiga pertandingan yang dilakoninya.

Secara terpisah, Chief De Misiion tim JPE Ageng Giriyono mengungkapkan kegembiraannya karena misinya tercapai, sukses pertandingan dan sukses penyelenggaraan.

"Tim putra dan putri JPE luar biasa. Dukungan penonton juga luar biasa, sehingga tidak salah menjadikan Purwokerto sebagai homebase bagi JPE," kata Ageng.

Terbukti selama tiga hari pelaksanaan, seluruh tiket ludes terjual. Sehingga baik kelas VIP maupun tribun, selalu penuh. Bahkan, diakui kalau antusiasme penonton lebih luar biasa di Purwokerto jika dibandingkan dengan Yogyakarta sebagai homebase sebelumnya.

"Kami pernah  menjadikan Yogyakarta sebagai homebase. Tetapi Purwokerto lebih luar biasa,"ujarnya.

baca juga: Jakarta Pertamina Sapu Bersih Seri Purwokerto

Bagi Ageng, Purwokerto akan menjadi catatan tersendiri untuk menjadikannya kembali sebagai homebase JPE.

"Tak hanya itu, sesungguhnya kami juga ingin mengenalkan Kota Purwokerto kepada pecinta bola voli yang dapat menjadi potensi pariwisata," tandasnya.

Selama tiga hari, GOR Satria Purwokerto yang hingga bingar dengan boom spike, monster block dan service ace tersebut, kini kembali lengang. Tetapi di situlah tim putra dan putri JPE mencatatkan keganasannya, dengan mengkandaskan lawan-lawannya. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT