03 February 2020, 10:07 WIB

Jokowi: Gus Sholah Panutan Kita


Dhika Kusuma Winata | Humaniora

PRESIDEN Joko Widodo menyampaikan duka cita mendalam atas berpulangnya pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah). Jokowi mengunjungi rumah duka di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Senin (3/2) pagi.

"Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Saya atas nama pemerintah, negara, dan seluruh masyarakat Indonesia menyampaikan dukacita yang mendalam atas berpulangnya ke rahmatullah Bapak KH Salahuddin Wahid, Gus Sholah," ujar Presiden di rumah duka.

Jokowi menyebut semasa hidupnya Gus Sholah merupakan cendekiawan muslim yang menjadi panutan masyarakat. Presiden juga mengatakan, rakyat Indonesia merasa sangat kehilangan atas kepergian almarhum.

"Beliau adalah cendekiawan muslim yang menjadi panutan kita bersama dan baru saja kita semuanya, masyarakat Indonesia sangat kehilangan atas pulangnya beliau," tutur Jokowi.

"Semoga segala amal baik Gus Sholah diterima di sisi Allah SWT, husnul khatimah, dan yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kesabaran," imbuhnya.

Jokowi mengatakan memiliki kenangan tersendiri atas almarhum semasa hidup. Menurutnya, Gus Sholah akan selalu dikenang sebagai tokoh yang gigih menjaga dan merawat persatuan bangsa.

baca juga: Wapres : Gus Sholah Banyak Mengabdikan Diri dalam Kenegaraan

"Beliau banyak menyampaikan mengenai keislaman dan keindonesiaan. Saya kira hal-hal yang berkaitan dengan Islam dan kebangsaan sering disampaikan beliau kepada saya," kata Presiden.

Gus Sholah berpulang dalam usia 77 tahun di Rumah Sakit Harapan Kita, Minggu (2/2) malam sekira pukul 20.55 WIB. Gus Sholah merupakan putra pahlawan nasional KH Wahid Hasyim sekaligus adik kandung dari Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). (OL-3)

 

BERITA TERKAIT