03 February 2020, 08:20 WIB

WNI dari Wuhan Dipastikan Sehat


Andhika prasetyo | Humaniora

PROSES evakuasi warga negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, Tiongkok, berlangsung lancar. Sebanyak 238 orang yang selama ini tinggal di daerah asal virus korona tipe baru itu kemarin tiba di Tanah Air dan dipastikan dalam kondisi sehat. Total ada 243 orang yang tiba di Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau, dengan menggunakan pesawat Airbus 330-300CEO Batik Air. Mereka terdiri atas 237 WNI yang tinggal di Provinsi Hubei, 1 warga asing bersuamikan WNI, dan 5 anggota Tim Aju KBRI Beijing.

Begitu pesawat mendarat, mereka langsung diterbangkan ke Pangkalan Udara Raden Sadjad, Natuna, Kepulauan Riau, dengan tiga pesawat TNI-AU untuk menjalani karantina.

Sebenarnya jumlah WNI yang hendak dievakuasi lebih banyak lagi. Namun, empat orang memilih tetap tinggal di Tiongkok dan tiga lainnya dilarang terbang karena alasan kesehatan. "Tiga WNI tidak lolos screening yang dilakukan pemerintah Tiongkok," ujar Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

Dia memastikan WNI yang dievakuasi dari Wuhan telah melewati proses pemeriksaan kesehatan ketat. Tak ada satu pun yang bermasalah. Meski begitu, mereka harus menjalani observasi selama 14 hari di hanggar Lanud Raden Sadjad.

Selama proses itu, Pemkab Natuna memutuskan meliburkan sekolah mulai hari ini hingga 17 Februari. Para pelajar diminta belajar di rumah, menerapkan pola hidup sehat, dan tidak beraktivitas di luar rumah.

Para WNI akan diobservasi secara ketat dan diperbolehkan pulang jika tidak ada yang sakit hingga karantina berakhir. "Mereka tidak diperbolehkan keluar dari area selama observasi. Selain itu, mereka akan dijaga oleh militer selama 24 jam penuh untuk keamanan," kata Terawan.

 

Enam langkah

Tak hanya WNI yang dievakuasi, 42 anggota tim penjemputan WNI dari Wuhan juga bakal menjalani observasi. Langkah itu ditekankan dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, kemarin.

"Total yang akan menjalani observasi 285 orang. Sampai saat ini alhamdulillah mereka dalam kondisi sehat,'' terang Menteri Luar Negeri Retno Marsudi seusai rapat terbatas.

Ada enam poin kesimpulan rapat. Pemerintah antara lain memutuskan menunda penerbangan dari dan ke Tiongkok mulai Rabu (5/2) pukul 00.00 WIB. Kebijakan bebas visa bagi warga Tiongkok yang tinggal di Tiongkok pun sementara dihentikan. (Lihat grafik)

Indonesia masih terbebas dari invasi virus korona. Kesigapan dan kecepatan untuk menangkal penyebaran virus itu pun amat penting. Pihak Eka Hospital Cibubur, umpamanya, langsung menempatkan pasien yang diduga suspect virus korona di ruang isolasi, kemarin. Pasien itu ialah warga Indonesia yang kuliah di Guilin, Tiongkok, berusia 19 tahun. Dia dirawat di IGD karena suhu badan tinggi, flu berat, batuk, dan sesak napas.

Namun, kata Marketing and Public Relation Director Eka Hospital Erwin Suyanto, setelah dilakukan observasi dan tes darah, yang bersangkutan dinyatakan negatif terinfeksi virus korona.

 

Sumber: gisanddata.maps.arogis.com/NRC/Grafis: Seno

 

Meski sudah banyak pasien korona yang sembuh, semakin banyak pula orang terjangkit virus korona. Tak kurang dari 14.628 warga Tiongkok yang terserang virus itu dan 305 orang meninggal. Wabah virus korona juga telah merambah 26 negara, bahkan sudah ada penderita di luar Tiongkok yang meninggal dunia, yakni di Filipina. (Tim/X-8)

BERITA TERKAIT