02 February 2020, 21:02 WIB

Jakarta Ringkih Banjir karena Drasinase Peninggalan Kolonial


Suryani Wandari Putri Pertiwi | Megapolitan

HUJAN hanya muncul sebentar, banjir langsung mengadang Jakarta. Kondisi tersebut kembali terjadi pagi ini yang menyebabkan kawasan Monas tergenang.

Menurut pengamat Tata Kota Yayat Supriatna, hal ini menunjukan dengan jelas Jakarta punya sistem drainase yang buruk. "Ibaratnya, kota Jakarta sudah dikatakan darurat drainase," kata Yayat kepada Media Indonesia, Minggu (2/2).

Dikatakan begitu karena banjir bukan terjadi di pinggiran saja, tapi melebar hingga ke tengah kota.

 

Baca juga: Diguyur Hujan Sejak Kemarin, 25 Ruas Jalan Ibu Kota Tergenang

 

Ia menambahkan drainase yang dimiliki Jakarta kemungkinan sudah usang karena peninggalan masa kolonial. Sementara kondisi Ibu Kota saat ini sudah jauh berbeda dibandingkan puluhan tahun lalu. "Bentang alam dahulu masih banyak tumbuhan, rawa, situ dan lainnya, sekarang sudah banyak dicor. Ditambah lagi dengan kondisi permukaan tanah di Jakarta yang terus mengalami penurunan," katanya.

Saat ini menurutnya drainase masih kurang diperhatikan dan dirawat, terutama yang tertutup. Hal itu memungkinkan adanya penyempitan, bertambahnya lumpur maupun sampah yang tidak terdeteksi.

Untuk mencegah banjir yang mungkin saja terjadi hingga 5 Februari seperti yang diprediksikan BMGK, Yayat menyarankan untuk secepatnya dilakukan audit untuk mengetahui apa yang harusnya diatasi oleh pemerintah. "Harus segera dipetakan masalahnya, daerah Monas juga harus disiagakan," lanjutnya.

Ia mengatakan pada titik krusial seperti Monas, Kemayoran dan wilayah lain mobil pompa harus siaga sehingga bisa langsung bekerja agar banjir segera teratasi. (OL-8)

BERITA TERKAIT