03 February 2020, 01:20 WIB

Mendag Somasi Pelapor Dirinya Menipu


Aries Witjaksena | Megapolitan

MENTERI Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto mensomasi pelapor dirinya yang menuduh bahwa dia telah menipu, berbuat curang, dan melakukan penggelapan.

Laporan itu dibuat oleh seorang pengusaha bernama Yulius Isyudianto. Adapun Yulius pernah menjadi rekan bisnis Agus dalam usaha penambangan dan pengangkutan biji nikel di Maluku Utara (Malut) pada 2000 lalu.

Yulius melaporkan Agus ke Bareskrim Polri dengan surat laporan bernomor LP/B/0016/2020/Bareskrim tanggal 8 Januari lalu.

Pengacara Agus, Petrus Bala Pattyona, kepada Media Indonesia, Sabtu (1/2), mengatakan belum mau menanggapi laporan tersebut karena kliennya belum dipanggil penyidik untuk konfirmasi.

“Kami telah mensomasi pelapornya dua kali melalui pengacaranya, tapi belum ada jawaban,” ujar Petrus.


Uang damai

Pengacara Yulius, Herman Husdi, mengatakan pelaporan terhadap Agus sudah dilakukan oleh kliennya setelah kliennya tidak kunjung menerima uang damai sebesar Rp500 miliar seperti yang dijanjikan Agus. Uang damai ini berkaitan dengan kasus sengketa pembagian keuntungan antara kliennya, Agus, dan beberapa rekanan lainnya yang terlibat dalam proyek penambangan dan pengangkutan biji nikel milik PT Antam di Malut.

Sebenarnya kasus ini sudah pernah dilaporkan ke Markas Besar (Mabes) Polri pada Maret 2014. Bahkan rekan Agus yang bernama Juandy Tanumihardja, sempat ditetapkan sebagai tersangka.

“Supaya pihak Yulius Isyudianto bersedia menerima tawaran perjanjian perdamaian, maka pada kesempatan bertemu berdua, AS secara lisan akan memberikan Rp500 miliar setelah perjanjian perdamaian ditandatangani dan dijalankan,” kata Herman.

Namun, menurutnya, pembayaran yang dijanjikan Agus tidak pernah dilakukan hingga saat ini. Bahkan somasi Herman pun tidak ditanggapi, sehingga pihaknya melaporkan Agus ke polisi.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono mengatakan Mabes Polri sudah menindaklanjuti laporan yang dibuat Yulius terhadap Mendag Agus Suparmanto.

“Laporan tersebut akan diklarifikasi kepada pelapor, saksi-saksi, dan barang bukti. Setelah itu digelarkan apakah laporan tersebut memenuhi unsur pidana atau tidak,” kata Argo melalui pesan singkat yang diterima Media Indonesia, Minggu (2/2).

Jika pelaporan tersebut memenuhi unsur pidana, lanjut Argo, maka akan dinaikkan ke tingkat penyidikan. “Dan kalau tidak memenuhi unsur pidana, dihentikan penyelidikannya,” tutur Argo.

Ketika ditanyakan kapan polisi akan melakukan klarifikasi terhadap pelapor, saksi-saksi, dan terlapor, Argo hanya menjawab singkat.

“Laporan setelah diterima penyidik. Nanti akan dicek,” tukas Argo.

Sebelumnya, Yulius melaporkan politisi Partai Kebangkitan Bangsa itu atas dugaan tindak pidana penipuan/perbuatan curang sebagaimana yang termaktub dalam Undang-Undang (UU) Nomor 1 tahun 1946 tentang KUHP, Pasal 378 KUHP, Penggelapan UU Nomor 1 tahun 1946 tentang KUHP, Pasal 372 KUHP.

Selain melaporkan Agus Suparmanto, Yulis juga melaporkan dua nama lainnya, yaitu Juandy Tanumiharja dan Miming Leonardo. (Tri/J-2)

 

BERITA TERKAIT