03 February 2020, 00:55 WIB

Getir dan Khawatir Menyelimuti Verteillac


MI | Internasional

DI Verteillac, sebuah desa kecil di kawasan Dordogne yang indah di barat daya Prancis, yang telah menjadi rumah bagi banyak warga Inggris, orang-orang berbagi rasa pahit dan khawatir akan masa depan mereka.

Sabtu (1/2) itu, pelayan bar Welsh melayani sebagian besar pelanggan Inggris dari pub Le Calice di pusat desa yang berpenduduk 700 orang ini. Brexit menjadi pembicaraan utama.

Beberapa baru saja mampir untuk minum kopi atau melahap burger khusus pub yang dibuat untuk turnamen rugbi Six Nations. Burger pun memiliki julukan khusus, Eddie Jones, sebagai tanda dukungan mereka untuk sang pelatih rugbi Inggris saat ini.

Tinggal di Prancis selama 39 tahun, Edwina de Tonary mengatakan dia merasakan kesedihan mendalam, ketika Inggris meninggalkan Uni Eropa pada Jumat malam, “Saya bersama teman-teman saya dan semua orang sedih, hampir menangis,” kata de Tonary, tokoh paling karismatik di daerah itu.

Seperti 59 warga Inggris lainnya di wilayah Dordogne, ia telah menjadi anggota dewan lokal sebagai warga negara Uni Eropa. Dia mengajar bahasa Inggris di sekolah, terlibat dalam asosiasi lokal, dan merupakan pemegang kunci gereja lokal yang dia buka dan tutup setiap hari.

Seperti 3.000 warga negara Inggris lainnya yang tinggal di daerah itu yang sering dijuluki Dordogneshire karena popularitasnya dengan warga Inggris, ia kini kehilangan hak untuk memilih dalam pemilihan lokal dan Uni Eropa.

Erica Laine, 70, yang telah tinggal di Prancis selama 20 tahun terakhir, mengatakan dia tidak tega duduk di depan televisi dan menonton saat-saat terakhir menuju Brexit.

“Aku hanya merasa sebagian dari identitasku telah diambil, tanpa ada yang bertanya padaku,” keluhnya.

“Kemarin aku adalah warga negara Eropa-Inggris, tinggal di UE. Sekarang aku warga negara ketiga! Kami dulu sama! Dan sekarang aku agak asing,” gerutunya.

“Saya tidak pernah percaya bahwa hari itu akan tiba. Sangat memalukan. Ini tidak bisa dipahami,” kata warga lain, Trevor Leggett, yang memulai proses menjadi warga negara Prancis.

Duduk di depan sebuah kafe, Edwina de Tonary tetap menyimpan asa dan tekad. “Kami adalah orang Eropa dan akan tetap seperti ini selamanya,” tegasnya.

“Lihatlah euro ini!” katanya.

“Inggris masih ada di sana,” terangnya. “Aku tidak tahu apakah mereka akan menghapusnya sekarang.” (AFP/ Haufan Hasyim Salengke/I-1)

BERITA TERKAIT