02 February 2020, 23:45 WIB

Demonstran Irak Tolak Pengangkatan PM Baru


MI | Internasional

BEBERAPA jam setelah diangkat oleh Presiden Barham Salih, perdana menteri Irak yang baru Mohammed Tawfiq Allawi meminta dukungan dari rakyat yang tertindas. Tapi pengunjuk rasa menolaknya sebagai kepala pemerintahan, karena bagian dari elite politik lama.

Pengunjuk rasa Irak sudah berbulan-bulan menuntut agar seluruh kelas penguasa mundur dari jabatan mereka. Di Baghdad dan kota-kota di sebelah selatan Iran pengunjuk rasa bersorak ‘kami menolak Allawi’ sambil memegang poster fotonya yang dicoret dengan silang warna merah.
“Mohammad Allawi ditolak, atas perintah rakyat!” demikian tulisan yang tergantung di kota suci Najaf pada hari Minggu.

Pria-pria muda dengan wajah terbungkus syal kotak-kotak menghabiskan malam itu membakar ban mobil dengan marah pada pencalonan Allawi.
Jalan raya utama yang mengarah keluar dari Najaf dan jalan-jalan di kota itu masih diblokir dengan ban yang membara pada hari Minggu pagi.

Kut, sekitar 170 kilometer sebelah tenggara Baghdad, melihat ratusan orang menghantam jalanan, meneriakkan, “Jika sudah pernah dicoba sebelumnya, tidak boleh diadili lagi!”

Para pengunjuk rasa di Hillah memblokir semua jalan menuju kota dan meneriakkan, “Allawi bukanlah pilihan rakyat!”

Dalam pidato resminya yang pertama, Allawi berjanji untuk membentuk pemerintahan yang representatif, mengadakan pemilihan awal parlemen dan memastikan keadilan bagi kekerasan terkait protes - semua tuntutan utama para demonstran.

Perwakilan Khusus PBB dan Sekjen untuk Irak Jeanine Hennis-Plasschaert menyambut penunjukan PM baru Mohammed Tawfiq Allawi. Dia menyatakan dengan penunjukan tersebut harus membuat Irak bergerak maju dalam reformasi dengan mempertimbangkan tuntutan demonstran.

“Penunjukan perdana menteri menghadapi tugas yang monumental, pembentukan kabinet yang cepat, dan konfirmasi parlemen untuk terus maju dengan reformasi yang berarti untuk memenuhi tuntutan rakyat, memberikan keadilan dan akuntabilitas,” kata Hennis-Plasschaert. (AFP/Hym/I-1)

BERITA TERKAIT