02 February 2020, 23:20 WIB

Liga Arab Tolak Proposal Perdamaian Trump


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

LIGA Arab dengan kompak menolak sepenuhnya rencana Timur Tengah Presiden Amerika Serikat  (AS) Donald Trump selama pertemuan darurat di ibu kota Mesir, Kairo. Blok mengatakan proposal tersebut tidak akan mengarah pada kesepakatan damai yang adil.

Dalam sebuah pernyataan, Sabtu (1/2) waktu setempat, blok Arab mengatakan pihak mereka menolak ‘kesepakatan abad ini’ AS-Israel dengan mempertimbangkan bahwa itu tidak memenuhi hak minimum dan aspirasi rakyat Palestina.

Negara-negara Arab juga sepakat untuk tidak bekerja sama dengan pemerintah AS untuk mengimplementasikan rencana ini. Ditambahkan, Israel tidak boleh melaksanakan inisiatif dengan paksa.

Liga Arab berkeras pada solusi dua negara yang mencakup negara Palestina berdasarkan perbatasan sebelum perang 1967, ketika Israel menduduki Tepi Barat, Gaza, dan Yerusalem Timur. Mereka juga menyerukan agar Yerusalem Timur menjadi ibu kota negara Palestina masa depan.

Sesi ini diminta oleh Mahmoud Abbas, presiden Otoritas Palestina (PA), yang mendesak negara-negara Arab untuk mengambil sikap yang jelas terhadap rencana yang diusulkan Trump.

Proposal setebal 181 halaman itu diungkapkan oleh Trump pekan lalu di Gedung Putih ketika ia menggelar konferensi pers berdiri di sebelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Rencana itu dijuluki oleh Trump sebagai ‘kesepakatan abad ini’, dipresentasikan pada Selasa setelah dinegosiasikan dengan Israel tetapi tanpa masukan dari Palestina, yang telah memutuskan semua hubu-ngan dengan pemerintahan Trump setelah keputusannya pada 2017 yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu kota Israel.

Rencana yang diusulkan mengarah ke aneksasi oleh Israel atas petak besar Tepi Barat, termasuk permukiman ilegal dan Lembah Yordania, memberi Israel perbatasan timur permanen di sepanjang Sungai Yordania.


Langgar hukum internasional

Mantan Presiden AS, Jimmy Carter, menyatakan, kesepakatan abad ini yang diinisiasi Presiden Donald Trump melanggar hukum internasional.

“Kesepakatan Trump melanggar hukum internasional tentang hak penentuan nasib sendiri, pengambilan tanah secara paksa, dan pencaplokan wilayah pendudukan,” tegas Carter.

Carter juga menegaskan rencana perdamaian Timur Tengah AS yang baru melemahkan prospek untuk hadirnya perdamaian yang adil antara Israel dan Palestina.

Jika diimplementasikan, kata Carter, proposal perdamaian Trump justru akan menghancurkan satu-satunya solusi untuk konflik jangka panjang tersebut, yaitu solusi dua negara.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Sabtu (1/2), mengatakan Otoritas Palestina telah memutuskan semua hubungan dengan AS dan Israel, termasuk yang berkaitan dengan keamanan.

Palestina menolak rencana perdamaian Timur Tengah yang disampaikan oleh Presiden AS Donald Trump.

“Israel telah diberitahu bahwa pemerintah Palestina tidak akan mematuhi perjanjian di antara mereka,” kata Menteri Urusan Sipil Otoritas Palestina, Hussein al-Sheikh.

Sheikh juga menyatakan harapannya negara-negara Arab dan Islam akan menjadi kekuatan besar yang mendukung sikap Palestina. (Aljazeera/MiddleEastMonitor/I-1)

BERITA TERKAIT