02 February 2020, 22:55 WIB

BTN Telah Kucurkan KPR Rp195 Triliun


MI | Ekonomi

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk terus  berupaya meningkatkan pembiayaan pada sektor perumahan seiring fokus bisnis perseroan pada penyediaan perumahan bagi masyarakat Indonesia.

Direktur Utama Bank BTN, Pahala N. Mansury mengatakan tujuan dari BTN melakukan pembiayaan rumah tentunya untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan menyediakan kebutuhan perumahaan.

“Sampai saat ini lebih dari Rp195 triliun KPR yang dimiliki Bank BTN, sekitar Rp111 triliun bersubsidi dan sisanya non subsisi. Ini tentunya merupakan indikator bahwa Bank BTN memang terbukti fokus pada penyediaan perumahan bagi masyarakat Indonesia,” katanya  di Semarang, Jawa Tengah,akhir pekan lalu.

Menurut Pahala, kepemilikan rumah merupakan salah satu bentuk usaha dari masyarakat agar bisa memiliki aset yang peningkatan nilainya di masa datang bisa berlipat-lipat.

“Kita berharap masyarakat juga perlu didorong dan dipastikan bahwa pendapatan yang mereka miliki bukan hanya digunakan untuk kebutuhan yang konsumstif saja, namun betul-betul bisa diinvestasikan. Bisa juga ditabung dan sebagian juga untuk bisa memiliki aset yang nilainya berlipat-lipat di masa datang,” ujarnya.

Sebagai bank yang pangsa pasarnya di atas 90% untuk perumahan bersubsidi, BTN juga turut memastikan kualitas pengembang atau developer agar para pengguna yang menggunakan rumah subsidi yang dibiayai perseroan betul-betul bisa memberikan manfaat yang baik dan optimal.

“Kita berharap developer yang memperoleh pendanaan dari Bank BTN betul-betul berkinerja baik, NPLnya juga rendah dan juga kualitas bangunan atau huniannya baik serta fasilitas umumnya menunjang, sehingga memberikan manfaat yang optimal bagi para warganya,” tegas Pahala.

Perseroan pun tetap berkomitmen menjadi mitra pemerintah dalam program sejuta rumah dengan membuat bisnis yang inovatif dengan mengoptimalkan big data analytic sehingga kekuatan BTN di KPR bisa ikut  mendorong pertumbuhan dana murah, transaksi dan fee based income.(RO/E-1)

BERITA TERKAIT