02 February 2020, 18:14 WIB

BNPB Pastikan Lokasi Observasi WNI di Natuna Jauh dari Permukiman


Ferdian Ananda Majni | Politik dan Hukum

BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan bahwa lokasi observasi Warga Negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Tiongkok ke Natuna terkait virus korona, jauh dari permukiman penduduk. Oleh sebab itu, warga diminta tidak perlu khawatir terhadap hal-hal yang tidak diinginkan terkait observasi tersebut.

“Lokasinya jauh dari penduduk, di dalam pangkalan militer jadi warga di sini tidak perlu khawatir,” kata Kepala BNPB Doni Monardo di Natuna, Minggu (2/2)

Baca juga:Perludem: Manajemen Pemilu Harus Diperbaiki

Doni menjamin bahwa selama proses observasi tidak ada kerugian bagi warga Natuna dan tidak ada kerusakan atau pencemaran lingkungan di Natuna.

Pemerintah telah menyediakan lokasi khusus untuk observasi para WNI di RSA Natuna, Hanggar Lanud Raden Sadjad Natuna, Kepulauan Riau, yang memiliki kapasitas 300 orang dengan fasilitas sesuai standar dan mengutamakan kesehatan, keamanan serta kenyamanan. Observasi tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa WNI yang dijemput dari Tiongkok dalam keadaan sehat sebelum dapat kembali ke keluarganya masing-masing.

Dalam proses observasi selama kurang lebih dua pekan, para WNI yang mayoritas merupakan mahasiswa tersebut akan dipantau kesehatannya oleh tim dari Kementerian Kesehatan RI. Mereka tidak diperbolehkan keluar dari area selama observasi berlangsung. Selain itu, mereka juga akan dijaga oleh militer selama 24 jam penuh untuk keamanan.

Pemerintah Indonesia sebelumnya telah menerbangkan pesawat komersil berbadan lebar untuk menjemput 245 WNI terkait virus Corona pada Sabtu (1/2). Pesawat jenis Airbus A330-300 dengan kapasitas kurang lebih 400 orang itu juga membawa tim khusus dari pihak maskapai, tim kesehatan dari Kementerian Kesehatan dan tim lain dari leading sektor dari Kementerian/Lembaga terkait.

Pesawat tersebut diberangkatkan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada menuju Bandara Internasional Tianhe Wuhan, Tiongkok.

WNI yang dievakuasi dari Tiongkok tersebut dalam keadaan sehat dan tidak terjangkit virus Corona. Operasi pemulangan WNI dilakukan sesuai arahan Presiden Joko Widodo yang memerintahkan agar hal tersebut dilakukan kurang dari 24 jam dalam kondisi yang baik dan aman terkendali. (OL-6)

BERITA TERKAIT