02 February 2020, 15:30 WIB

Kurangi Intensitas Hujan, Operasi TMC Terus Digelar


Ferdian Ananda Majni | Humaniora

BADAN Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) terus melakukan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) sebagai upaya untuk mereduksi dan redistribusi curah hujan. Hal ini dilakukan lantaran adanya prediksi dari BMKG yang menyebut akan terjadi hujan lebat yang berpotensi banjir di beberapa wilayah Indonesia pada 31 Januari sampai 5 Februari mendatang.

"Sementara ini operasi hanya di Jabodetabek," ujar Kepala BPPT, Hammam Riza, kepada Media Indonesia, Minggu (2/2).

Baca juga: Berita Pasien Meninggal di Semarang Akibat Korona, Hoaks!

Dia menyebut, beberapa hari terakhir pihaknya akan mengoptimalkan kemampuan sumber daya manusia dan fasilitas armada yang ada. Oleh karena itu, setiap hari dilakukan penerbangan penyemaian awan sebanyak 4 sorti dengan menggunakan pesawat CN295 dan NC212-200 dari posko TMC Halim Perdanakusuma.

"Hingga hari ini telah dilakukan penyemaian sebanyak 84 sorties dengan bahan semai sebanyak 135 ton," sebutnya.

Dia menambahkan, musim penghujan memang telah mengalami penyusutan waktu, meski tiap tahun bervariasi. Lanjut dia, kemungkinan ini merupakan wujud perubahan iklim akibat pemanasan global. Oleh karena itu, perlu penanganan komprehensif mulai peringatan dini dan upaya mitigasi baik melalui rekayasa cuaca maupun perbaikan infrastruktur darat.

Sebelumnya, BMKG memprediksi curah hujan akan tinggi dari 31 Januari hingga 5 Februari 2020 mendatang Oleh karena itu, BMKG memberikan rekomendasi wilayah-wilayah yang perlu diwaspadai berpotensi banjir.

"Menghadapi periode hujan yang tinggi di bulan Februari - Maret 2020, perlu diwaspadai potensi banjir di wilayah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Papua," kata Kepala Sub Bidang Peringatan Dini Iklim BMKG, Supari, di Gedung Graha BNPB, Jumat (31/1). (OL-6)

BERITA TERKAIT