02 February 2020, 14:33 WIB

Otoritas Tiongkok Minta Korban Tewas Virus Korona Dikremasi


Deri Dahuri | Internasional

VIRUS korona novel (2019-nCov) atau virus korona Wuhan telah menyebar dari Tiongkok ke lebih dari 20 negara termasuk Amerika Serikat (AS), Prancis, dan Jepang.

Sebagaimana dilaporkan NTD News bahwa Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok telah mengeluarkan pernyataan pada Sabtu (1/2). Komisi kesehatan setempat mengumumkan orang yang meninggal akibat virus korona tidak boleh dikubur dan mayatnya harus dikremasi segera.

Sebelum dilakukan kremasi bahwa mayat dari korban virus korona telah mendapat sertifikat dari otoritas kesehatan. Selain itu, pihak keluarga dari mayat yang tidak boleh menghandiri kremasi dan perayaan kremasi lainnya.

Sementara itu, Departemen Kesehatan Filipina melaporkan bahwa pria berusia 44 tahun dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok meninggal di Filipina pada Sabtu (1/2).

Baca juga : Pria Wuhan yang Terinfeksi Virus Korona Meninggal di Filipina

Pria yang meninggal itu ditempatkan ruang isolasi di Rumah sakit San Lazaro, Manila, Filipina sejak 25 Januari lalu. Saat itu di Filipna tercata hanya dua kasus virus korona.

"Saya akan menekankan bahwa ini adalah kasus yang datang dari negara lain tak ada bukti bahwa warga lokal yang tertular," kata Francisco T Duque III, Sekretaris Kesehatan Filipina.

Sebelum meninggal, pria asal Wuhan dibawa ke rumah sakir dengan gejala demam, batuk, dan sakit tenggorokan.

"Pemerintah Filipina telah menerapkan larangan perjalanan sementara untuk para pelancong dari Tiongkok, Makau, dan Hong Kong. Departemen Kesehatan Filipina terus memantau perkembangan 2109-nCov yang sudah dekat dan mengambil tindakan proaktif untuk mencegah penyebaran virus di negara kami," jelas Duque. (OL-09)               

BERITA TERKAIT