02 February 2020, 12:19 WIB

Liga Arab Tolak Proposal Perdamaian Timur Tengah Trump


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

LIGA Arab dengan kompak menolak sepenuhnya rencana perdamaian Timur Tengah yang diusulkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Dalam pertemuan darurat yang digelar di Kairo, Mesir, negara-negara Arab mengatakan proposal Trump tersebut tidak akan membawa pada kesepakatan damai yang adil.

Dalam sebuah pernyataan, Sabtu (1/2) waktu setempat, blok Pan-Arab mengatakan mereka menolak 'kesepakatan abad ini' antara AS-Israel dari Trump. Liga Arab menilai kesepakatan yang diusulkan tidak memenuhi hak minimum dan aspirasi rakyat Palestina.

Negara-negara Arab juga sepakat untuk tidak bekerja sama dengan pemerintah AS untuk mengimplementasikan rencana ini. Mereka menegaskan Israel tidak boleh melaksanakan inisiatif dengan secara paksa.

Baca juga : Palestina Batalkan Kesepakatan Oslo dengan Israel

Liga Arab berkeras pada solusi dua negara yang mencakup negara Palestina berdasarkan perbatasan sebelum perang 1967, ketika Israel menduduki Tepi Barat, Gaza, dan Yerusalem Timur. Mereka juga menyerukan agar Yerusalem Timur menjadi ibu kota negara Palestina masa depan.

Pada kesempatan yang sama, Presiden Palestina Mahmoud Abbas mendesak negara-negara Arab untuk mengambil sikap yang jelas terhadap rencana yang diusulkan Trump.

Proposal setebal 181 halaman itu diungkapkan oleh Trump pekan lalu di Gedung Putih ketika ia menggelar konferensi pers berdiri di sebelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Rencana tersebut, dijuluki oleh Trump sebagai ‘kesepakatan abad ini’, dipresentasikan pada Selasa (28/1) setelah dinegosiasikan dengan Israel tetapi tanpa masukan dari Palestina, yang telah memutuskan semua hubungan dengan pemerintahan Trump setelah keputusannya pada 2017 yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu kota Israel.

Rencana yang diusulkan mengarah ke aneksasi oleh Israel atas petak besar Tepi Barat, termasuk permukiman ilegal dan Lembah Yordania, memberi Israel perbatasan timur permanen di sepanjang Sungai Yordania.

"Mereka mengatakan kepada saya Trump ingin mengirimkan saya teks perjanjian abad ini untuk dibaca, saya katakan ke mereka saya tidak mau," kata Abbas dalam pertemuan para menteri luar negeri Liga Arab.

Abbas mengatakan Palestina tetap berkomitmen untuk mengakhiri pendudukan Israel dan mendirikan negara dengan ibu kotanya di Yerusalem Timur. (Aljazeera/Hym/OL-09)

BERITA TERKAIT