02 February 2020, 08:00 WIB

Warga Jakarta Diimbau Waspadai Hujan Deras Berpotensi Banjir


Ferdian Ananda Majni | Megapolitan

BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat di sekitar Jakarta,  Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) untuk mewaspadai hujan berintensitas sedang hingga deras.

Hal itu dikatakan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Bencana BNPB, Agus Wibowo, dalam keterangan resmi, kemarin.

“BMKG merilis peringatan dini tentang cuaca Jabodetabek pada 1 Februari 2020, pukul 06.50 WIB yang terjadi di beberapa wilayah,” kata Agus. Wilayah yang berpotensi turun hujan dengan intensitas itu, menurut Agus, antara lain di Sepatan, Mauk, Pakuhaji, Teluknaga, Kosambi, Tangerang, Benda, Batuceper, Jati Uwung, Pasarkemis, Rajeg, Kronjo, Kresek, Balaraja, Cikupa, Kalideres, Penjaringan, dan Cengkareng.

Selain itu, wilayah Tambora, Grogol Petamburan, Tamansari, Pademangan, Kembangan, Cipondoh, Ciledug, Curug, Pondok Aren, Kebon Jeruk, Palmerah, Cilandak, Kebayoran Lama, Pesanggrahan, Tanah Abang, Gambir, Sawah Besar, Tanjung Priok, Koja, Cilincing,­ Kemayoran, Senen, Cempaka Putih, Johar Baru, dan Menteng juga mengalami hal yang sama.

Potensi hujan tersebut, lanjutnya, dapat meluas ke wilayah Tenjo, Pa­rungpanjang, Rumpin, Legok, Tigaraksa, Cisoka, Serpong, Pamulang, Ciputat, Limo, Sawangan, Gunung Sindur, Pasar Minggu, Jaga Karsa, Kebayoran Baru, Mampang Prapatan, Setiabudi, Tebet, Pancoran, Matraman, Pulo Gadung, Kelapa Gading, Cakung, serta Jatinegara.

Berdasarkan prakiraan BMKG, kondisi hujan dengan intensitas sedang hingga deras yang disertai kilat dan petir serta angin kencang dengan durasi singkat, masih akan terjadi di wilayah Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Pusat pada pagi dan dini hari.

Sementara itu, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bersama TNI Angkatan Udara sampai saat ini masih melaksanakan teknologi modifikasi cuaca (TMC) berupa penyemaian garam untuk mengantisipasi cuaca ekstrem di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Untuk itu, dikerahkan dua pesawat Casa 212 tipe A 2105 guna mengangkut 0,8 ton garam dan pesawat CN 295 tipe A 2901 untuk mengangkut 2,4 ton garam dalam sekali sortie garam. Kedua pesawat itu diberangkatkan dari Landasan Udara Halim Perdana­kusuma, Jakarta Timur.

Dalam menanggapi terjadinya hujan pada 31 Januari malam, BPPT mengatakan tetap memantau ramalan cuada dari BMKG, “Kita utamanya (melihat) pada dua hal, yaitu Osilasi Madden Julian dan Cold Surge (Seruak Dingin) ada indikasinya,” kata Profesor Dr  Edvin Aldrian, B Eng, MSc dari BPPT.

“Cold surge pada masa sebelum dan sesudah Imlek memang sedang terasa sekali,” ungkapnya. (Fer/And/N-3)

BERITA TERKAIT