01 February 2020, 22:21 WIB

Begini Kesiapan Pesawat Batik Air Angkut WNI dari Wuhan


Zubaidah hanum | Humaniora

CORPORATE Communications Strategic of Batik Air, Danang Mandala Prihantoro menyatakan pihaknya menetapkan prosedur keamanan dan keselamatan penerbangan dalam mengevakuasi ratusan Warga negara Indonesia (WNI) dari Wuhan.

Langkah-langkah pencegahan guna menghalau potensi penularan virus korona jenis baru (2019-nCov) terhadap kru yang bertugas telah diantisipasi.

"Pengoperasian pesawat Airbus 330-300CEO (18 kelas bisnis dan 374 kelas ekonomi) registrasi PK-LDY Batik Air tetap sesuai dengan prosedur keamanan dan keselamatan penerbangan (safety first)," tegas Danang dalam keterangan resmi yang diterima Media indonesia, Sabtu (1/2).

Prosedur itu adalah menyiapkan penyemprotan cairan multiguna pembunuh kuman (disinfectant spray) sesuai prosedur yang berlaku, penggunaan masker dan alat pelindung diri (APD), sarung tangan (hand gloves) dan cairan/ gel pembersih tangan (hand sanitizer).

"Guna mengantisipasi tertular pada awak pesawat dan petugas layanan darat," kata Danang.

Baca juga : Soal Warga Natuna Tolak WNI dari Wuhan, DPR : Perlu Sosialisasi

Selain itu, sambungnya, armada Airbus 330-300CEO juga telah didukung atau memiliki peralatan yang dapat menyaring udara di dalam pesawat.

Penerbangan dengan misi kemanusiaan itu memiliki rute Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten (CGK) tujuan Bandar Udara Internasional Tianhe Wuhan yang terletak di Distrik Huangpi, 26 kilometer utara dari pusat kota Wuhan, Provinsi Hubei, Republik Rakyat Tiongkok (WUH).

Pesawat membawa 19 kru dan 30 tim medis, lepas landas dari Soekarno-Hatta pukul 13.00 waktu setempat (Waktu Indonesia Barat, GMT+ 07) dan dijadwalkan tiba di Tianhe Wuhan pada 19.00 waktu setempat (Time in Wuhan, Hubei, China Standard Time, GMT+ 08).

Danang menjelaskan, setelah pesawat tiba di Indonesia, sesuai SOP, pesawat langsung dimasukkan ke hangar (pusat perawatan pesawat) guna dilakukan pembersihan, sterilisasi dan perawatan.

Sedangkan, untuk awak pesawat setelah selesai bertugas akan menjalani proses karantina kesehatan dalam tahapan pengawasan (monitoring).

"Penerbangan bernomor ID-8618 adalah misi kemanusiaan bersama pemerintah dalam upaya mendukung program negara. Batik Air menyampaikan terima kasih atas penunjukan dan kepercayaan pemerintah (regulator) yang telah diberikan kepada Batik Air dalam misi kemanusiaan ini," ujar Danang. (OL-7)

BERITA TERKAIT