01 February 2020, 22:10 WIB

Soal Warga Natuna Tolak WNI dari Wuhan, DPR : Perlu Sosialisasi


Ferdian Ananda Majni | Humaniora

ADANYA penolakan sejumlah warga Kabnupaten Natuna, Kepulauan Riau terkait kedatangan warga negara Indonesia (WNI) di Wuham, Tiongkok yang dievakuasi karena merebaknya virus korona (2019-nCOV), dinilai dapat dimaklumi.

Anggota Komisi IX DPR RI Kurniasih Mufidayati mengatakan, hal itu karena tidak adanya pra-kondisi masyarakat di Natuna dan sekitarnya terkiat wilayahnya yang akan jadi pusat karantina WNI yang dievakuasi di Wuhan.

"Makanya perlu pra-kondisi masyarakat di Natuna dan sekitarnya dan juga harus serta sosialisasi dan edukasi segala hal tentang korona, khususnya tips menjaga diri dari virus tersebut kepada seluruh lapisan masyarakat," kata Kurniasih, kepada Media Indonesia, Sabtu (1/2).

Dia menambahkan, seharusnya ada sistem khusus di Natuna untuk menjaga kesehatan masyarakat di sana, selama masa karantina di Natuna.

"Harus gerak cepat lakukan antisipasi risiko terburuk dari adanya proses karantina WNI di Natuna," sebutnya.

Baca juga : Panggil Menkes, DPR Ingin Perkuat Koordinasi Tangani Virus Korona

Komisi IC sebelumnya telah memeriksa kesiapan Indonesia mengantisipasi penyebaran virus korona di bandara dan Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso. Pengececakn terkait kesiapan sumber daya manusia (SDM), standar penanganan (SOP), ruangan, dan peralatan pendukung.

"Semuanya disana sudah tersedia namun ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan Misalnya di Bandara; ruangan perlu lebih didekatkan dari pintu masuk penumpang yang turun dari pesawat sehingga langsung bisa diamankan ke ruangan perawatan, ruangan isolasi sebaiknya terpisah dan tidak berada dalam terminal yang berbaur dengan banyak penumpang lain," lanjutnya.

Namun, untuk penanganan karantina di Natuna, Kurniasih mengaku belum tahu terkait kesiapan SDM. fasilitas, rungan, peralatan khusus, serta SOP yang akan diterapkan.

"Termausk semua perangkat lain yang diperlukan untuk melakukan observasi dan perawatan selama masa inkubasi para WNI yang jumlahnya lumayan banyak, 200-an," pungkasnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT