01 February 2020, 19:35 WIB

BPBD Bali Ingatkan Potensi Tanah Bergerak di 56 Titik


Arnoldus Dhae | Nusantara

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali memperingati potensi tanah bergerak di 56 titik di seluruh Bali.  Warga yang berdomisili di kawasan tersebut diminta meningkatkan kewaspadaan saat musim hujan ini.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Bali Made Rentin mengatakan, Badan Geologi Kementerian ESDM mengeluarkan peta potensi gerakan tanah sehubungan dengan tingginya curah hujan pada bulan ini.

"Peta tersebut sangat membantu sebab bila curah hujan di atas rata-rata maka warga yang tinggal atau berada di sekitar lokasi potensi gerakan tanah bisa mengevakuasi dirinya. Selamatkan dulu dirinya. Masyarakat harus membangun kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana," ujar Made Rentin, di Denpasar, Sabtu (1/2).

Berdasarkan peta yang dikeluarkan oleh Badang Geologi ada delapan kabupaten di Bali yang terdeteksi berpotensi gerakan tanah kecuali Kota Denpasar. Totalnya ada di 56 titik, tersebar di 56 kecamatan.

Jumlah terbanyak ada di Kabupaten Tabanan yakni ada 12 titik. Kabupatem Buleleng dan Gianyar masing-masing sembilan titik dan Karangasem sebanyak delapan titik. Sementara sisanya, empat titik dan ada yang lima titik. Dari jumlah tersebut, ada 51 titik dengan kualifikasi potensi gerakan tanah menengah hingga tinggi dan sisanya menengah ke bawah.

Disebut potensi gerakan tanah dengan kualifikasi menengah hingga tinggi karena jika terjadi curah hujan di atas normal maka potensi untuk tanah bergetak sangat mungkin akan terjadi. Biasanya daerah ini ada di lembah sungai, tebing, lereng dan sejenisnya. Sementara ada 16 titik yang berpotensi banjir bandang, longsor, aliran material bahan rombakan dan sejenisnya.

Ia memastikan jika seluruh peta potensi longsor atau tanah bergerak ini sudah mendapatkan atensi dari petugas di masing-masing lokasi.

"Intinya kita sudah sekian sering memberikan penjelasan dan peringatan kepada masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi tanah bergerak. Bila curah hujan tinggi maka segera pindah sementara ke lokasi lain, di rumah saudara atau keluarga. Kita tidak mau ada korban jiwa. Selamatkan dulu jiwanya. Yang lain urusan belakang," tegasnya. (OL-13)

 

 

BERITA TERKAIT