01 February 2020, 17:12 WIB

TNI Pantau Pergerakan Pesawat Evakuasi WNI dari Wuhan


Indriyani Astuti | Humaniora

TENTARA Nasional Indonesia (TNI) akan memantau ketat pergerakan pesawat yang digunakan untuk mengavakuasi warga negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, Tiongkok. lokasi penyebaran utama virus korona baru (2019-nCOV).

Pesawat sewaan milik maskapai Batik Air itu bertolak ke Wuhan, Tiongkok, Sabtu (1/2) dan akan mengangkut 245 WNNI dari Wuhan dan 5 orang tim aju yang menyiapkan evakuasi di Wuhan.

"Militer terus memantau pergerakan pesawat  dengan memberikan frekuensi militer yang diberikan oleh operator kepada pilot," ujar Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto saat melepas tim evakuasi dari Indonesia yang akan berangkat ke Wuhan, hari ini..

Pesawat tersebut, ujar Panglima, akan terus dipantau hingga pendaratan. Pesawat direncanakan akan mendarat di wilayah Natuna, Kepulauan Riau. Para WNI yang tiba di tanah air, akan dikarantina sementara untuk menjalani protokol kesehatan.

Baca juga : Menhub: Pilihan Batik Air Misi ke Wuhan Bukan Asal Tunjuk

Militer, lanjut Panglima, memberikan sarana dan prasarana untuk mendukung protokoler kesehatan saat (WNI) mendarat di tanah air antara lain fasilitas kesehatab milik militer di Natuna yang lokasinya jauh dari penduduk.

Tempat itu mampu menampung 300 orang dilengkapi dengan area mandi, Cuci Kakus (MCK) termasuk dapur lapangan. Sedangkan jarak dari hanggar ke tempat tersebut sekitar 5-6 kilometer termasuk dari dermaga.

"Dari hasil penilaian memenuhi syarat untuk protokol kesehatan," ucap Panglima.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan dari laporan yang ia terima WNI di Wuhan dalam kondisi sehat.

"Saudara kita yang alhamdulilah dalam kondisi sehat untuk keluar dari Wuhan dan tempat lain dari provinsi Hubei. Sejak semalam saya mendapatkan laporan kondisi saudara kita sehat dan senang akan pulang ke tanah air," tutur Retno. (OL-7)

BERITA TERKAIT