01 February 2020, 15:54 WIB

Nasabah Merasa Kena Skimming, Ini Hasil Penelusuran BRI


Lina Herlina | Nusantara

SEORANG nasabah Bank BRI bernama Andi Bungawati, 27, menjadi perbincangan karena mengunggah di media sosial (medsos) Twitter For EXO @abunga0506 karena kehilangan Rp16 juta dari rekeningnya pada pertengahan Desember 2019.

Bungawati awalnya menduga uangnya yang hilang di rekening BRI tersebut akibat tindakan skimming. Sehingga ia melaporkan kejadian tersebut ke BRI. Tapi dari hasil penyelidikan Kantor Wilayah BRI Makassar, yang terjadi ternyata bukan skimming.

Kepala BRI Kantor Wilayah Makassar Presley Hutabarat, Sabtu (1/2), menyebutkan yang terjadi bukanlah skimming melainkan penyalahgunaan kartu anjungan tunai mandiri (ATM) oleh pihak yang tidak bertanggung jawab alias ATM digunakan orang lain.

Menurut dia, pihak BRI menemukan fakta telah terjadi penarikan uang sebanyak tujuh kali di ATM bank lain yang berlokasi di daerah Poros Palangga, Kabupaten Gowa, dan Jalan Veteran Selatan, Makassar.

"Empat kali penarikan masing-masing senilai Rp2,5 juta pada 24 Desember 2019 pukul 23.30 Wita dan dua kali penarikan Rp2,5 juta. Serta sekali penarikan senilai Rp1 juta pada 25 Desember 2019 pukul 00.05 Wita," ungkap Presley.

"Jadi, kami menemukan bukti bahwa kejadian ini adalah penyalahgunaan kartu ATM Nasabah oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Makanya kami ingatkan untuk membuat pin ATM yang susah dideteksi," sambung Presley.

Baca juga: Kasus Skimming ATM Kerabat Prabowo Siap Disidangkan

Meski murni tindakan penyalahgunaan ATM, pihak BRI akan terus membantu Bungawati dalam menyelesaikan masalah ini untuk menjerat pelaku melalui jalur hukum maupun penyelesaian secara kekeluargaan.

Baca juga: Kartu ATM Bercip Diyakini Lebih Aman

Presley mengaku, jika selama 2019, BRI tidak banyak menemukan kasus skimming. "Ada tapi hanya satu dua itu pun bisa diselesaikan. Untuk mengantisipasi kasus skimming, kita selalu melakukan patroli ATM dan memasang alat antiskimming," pungkas Presley.

Andi Bunga juga telah menerima hasil penyelidikan ini dan mengakui kejadian tersebut bukanlah skimming maupun kesalahan sistem Bank BRI.

"Berkat bantuan pihak BRI, pelaku yang melakukan penarikan menggunakan kartu ATM milik saya, identitasnya sudah dapat diidentifikasi dan bukan dari pihak internal Bank BRI," seru Bungawati.

Baca juga: Oknum Satpol PP Kembalikan Uang ke Bank DKI

Ia pun menyampaikan permohonan maaf kepada BRI dan masyarakat atas berbagai pemberitaan yang selama ini telah beredar luas. "Saya berharap semua masalah yang ada bisa diselesaikan dan menemukan jalan keluar terbaik," ungkapnya. (X-15)

 

 

BERITA TERKAIT