01 February 2020, 13:13 WIB

Amerika Serikat Mulai Melarang Warganya Bepergian ke Tiongkok


Deri Dahuri | Internasional

KORBAN meninggal akibat virus korona baru telah mencapai 259 orang dan menginfeksi 11.791 orang di Tiongkok. Pernyataan tersebut dilaporkan pejabat kesehatan Tiongkok, Sabtu (1/2).

Dengan merebaknya wabah virus korona baru atau disebut sebagai virus korona Wuhan, pemerintah Amerika Serikat (AS) mengambil langkah drastis dengan melarang warga negaranya melakukan perjalanan ke Tiongkok dalam 14 hari mendatang.

Namun warga AS yang dari Tiongkok tetap diizinkan masuk ke negaranya dengan syarat harus melakukan skrining wajah di bandara udara dan disyaratkan melakukan skrining diri bahwa mereka tidak memiliki risiko kesehatan.

Baca juga : Korban Tewas Akibat Virus Korona di Tiongkok Mencapai 259 Orang
    
Setelah kembali dari Wuhan, Hubei, Tiongkok, yang menjadi pusat penyebaran virus korona, warga AS diharsunya masuk karantina selama 14 hari.

Selain itu, mulai besok atau Minggu (2/2), AS akan menarik semua maskapai penerbangannya daru Tiongkok ke tujuh bandara di AS.

Sejumlah penerbangan ke Tiongkok ditunda

Qantas Airways mengatakan pihaknya akan menunda dua rute penerbangan langsung dari Australia ke Tiongkok daratan mulai 9 Februari 2020 sebagai respons pembatasan perjalanan dari sejumlah negara terkait wabah virus korona.
 
Maskapai penerbangan nasional Australia yang memiliki rute penerbangan langsung dari Sydney ke Beijing dan dari Sydney ke Shanghai akan ditungga hingga 29 Maret mendatang. Demikian pernyataan resmi yang disampaikan Sabtu (1/2).   

Perusahaan penerbangan Filipina, Cebu Pacific, juga mengatakan, Sabtu (1/2) bahwa pihaknya telah menunda penerbangan menuju dan dari Tiongkok daratan, Macau, dan Hong Kong mulai Minggu, 2 Februari hingga 29 Maret 2020.    

Sebelumnya, tiga maskapai AS, yakni America, Delta, dan United mengatakan mereka segera menunda semua penerbangan menunju Tiongkok.

Dari Tianjin, Tiongkok, dilaporkan semua sekolah, dan perusahaan yang tak memenuhi kebutuhan mendesak masih tak beroperasi.

Media lokal melaporkan bahwa pemerintah Tianjin mengumumkan Sabtu (1/2) bahwa semua sekolah dan perusahaan non-esensial akan tetap tutup sampai ada pernyataan lebih lanjut tentang perkembangan wabah korona virus.

Tianjin adalah daerah yang memiliki sekitar 15 juta jiwa dan berbatasan dengan ibu kota negara, Beijing. Di Tianjin, dilaporkan hingga Jumat (31/1) tercatat 32 orang telah terinfeksi virus korona. (AFP/Aljazeera/OL-09)

 

BERITA TERKAIT