01 February 2020, 16:15 WIB

Masyarakat Diminta Terima Kedatangan WNI dari Wuhan


Siti Yona Hukmana | Humaniora

RATUSAN warga negara Indonesia (WNI) di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok akan dievakuasi ke Indonesia. Ratusan WNI itu rencananya akan mendarat di wilayah Natuna, Kepulauan Riau.

Namun, rencana pemerintah itu ditolak masyarakat Riau. Mereka takut terpapar jika ada WNI dari Wuhan yang terjangkit.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Palang Merah Indonesia (PMI) Sudirman Said mengimbau masyarakat di Kepulauan Riau untuk menerima kedatangan WNI dari Wuhan tersebut. Ia berharap masyarakat memiliki solidaritas tinggi terhadap sesama warga negara.

"Hong Kong, Tiongkok saja kita bantu apalagi warga kita. Kita percayakan kepada aparat pemerintah, aparat kesehatan. Pasti mereka melakukan dengan penuh kehati-hatian. Tidak mungkin pemerintah mengorbankan masyarakatnya, sehingga kemudian dibiarkan virus itu menyebar ke mana-mana," kata Sudirman di Pizza Kayu Api, The Maj Senayan, Jakarta Pusat, Senin (1/2).

Baca juga: 250 WNI akan Dipulangkan dari Tiongkok

Sudirman mengungkapkan PMI memberikan bantuan kepada Hong Kong berupa masker. Sebab, Hong Kong kehabisan masker, sementara Indonesia memiliki banyak pasokan.

Sudirman juga mengimbau masyarakat untuk tidak terlalu khawatir dengan virus korona. Menurut dia, kecemasan terlalu banyak malah membuat fisik lemah dan rentan terserang penyakit.

"Ada kasus di Tiongkok, yang terpapar setelah dibersihkan ada yang sembuh. Jadi, kalau ada pembersihan virusnya kita enggak perlu khawatir terlalu banyak. Boleh waspada, tapi jangan terlalu cemas," ungkap Sudirman.

Sebanyak 245 WNI berada di provinsi Hubei, 100 di antara mereka tinggal di Wuhan. Para WNI ini mayoritas merupakan pelajar.

Evakuasi WNI dilakukan karena Tiongkok, khususnya Provinsi Hubei diserang virus Novel Coronavirus (nCoV). Virus ini telah mengakibatkan 259 orang meninggal dunia dengan total kasus terkonfirmasi mencapai 11.791 di seantero 'Negeri Tirai Bambu'. (OL-1)

BERITA TERKAIT