01 February 2020, 11:38 WIB

Kantor Imigrasi Jakbar Prioritaskan 526 Calon Jemaah Haji


Ilham Ananditya | Humaniora

SABTU (1/2), mulai pukul 08.00 WIB, Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus Non TPI Jakarta Barat membuka kegiatan Pelayanan Paspor Calon Jemaah Haji. Hari ini, ada 526 orang calon jemaah haji dari berbagai KBIH dan jalur mandiri.

"Kami mendapat arahan Kemenag bahwa banyak jemaah sehingga kami terus meningkatkan pelayanan. Salah satunya dengan membuka layanan khusus bagi kelompok jamaah haji untuk mendaftar selain hari kerja" tutur Kakanim Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus Jakarta Novianto Sulastono.

Terdapat 13 KBIH yang mendapat arahan Kemenag untuk segera mendaftarkan rombongannya. KBIH itu adalah KBIH Shafamarwa, Al Kautsar, Arroziqin, Almaka, Al Ihrom, Miftahul Jannah, Uswatun Hasanah, Shiraturrahim, Al Hijroh, Al-Mujahiddin, Al Ihsan, Al Hamidiyah, Safinatul Husna, dan sisanya kolektif secara mandiri.

Baca juga: Kemenlu Berikan Layani Konseling WNI di Hubei

Terdapat pembagian waktu untuk 13 KBIH di pukul 08.00 WIB dan pukul 14.00 WIB sehingga tidak terjadi penumpukan pendaftar calon jemaah haji seperti tahun lalu.

Kasi Haji Kemenag Jakarta Barat Syahroji mengatakan, "Kami di sini (kantor imigrasi) statusnya hanya mengawal dan memantau saja, karena ini memang lingkup kami. Jika memang ada yang perlu ditanyakan kami siap membantu."

Asep, 61, warga Kemanggisan, mengatakan "Perkiraan keberangkatan untuk kloter pertama pada 28 Juni untuk daerah DKI Jakarta. Jadi, kemungkinan pulang sekitar September. Kabarnya sih ada 28 ribu calon jemaah haji"

Asep menambahkan dirinya merasa pelayanan (khusus calon jemaah haji) jika dibandingkan mengurus secara individu, sudah dipermudah. Dirinya mendapatkan pemberitahuan bersama rombongan untuk berangkat

Dirinya juga menuturkan sudah mendaftarkan diri (haji) sejak 2013.

Ketua KBIH (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji) Jakarta Barat Barja menuturkan "Dari wilayah Palmerah dan Kemanggisan sendiri rencananya ada sekitar 30 orang."

"Input data yang masuk per hari ini untuk wilayah Jakarta Barat sekitar 500, perbandingan yang menggunakan e-paspor dengan paspor biasa sampai 1 banding 3. Tapi kami arahkan rombongan baiknya menggunakan paspor biasa" ujar Staf Imigrasi Ariq Naufal. (OL-1)

BERITA TERKAIT