01 February 2020, 10:58 WIB

Panglima TNI Lepas Satgas Garuda RI ke Australia


Cahya Mulyana | Internasional

PANGLIMA TNI Masekal Hadi Tjahjanto memimpin upacara pelepasan keberangkatan delegasi Indonesia Satuan Tugas (Satgas) Garuda RI untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Australia.

Satgas yang terdiri dari 44 orang iru merupakan bentuk solidaritas saat terjadi bencana sekaligus delegasi dalam mempererat hubungan kedua negara.

"Traktat Lombok yang ditandatangani Indonesia dan Australia pada 2006 di antaranya menyebutkan kerja sama dan saling memberi bantuan bila dibutuhkan saat terjadi bencana ataupun kedaruratan. Saat ini telah terjadi kebakaran hutan dan lahan yang sangat besar di Australia dan telah berlangsung beberapa bulan. Oleh karenanya sudah selayaknya kita memberi bantuan pula kepada Australia," paparnya saat melepas Satgas Garuda dalam upacara pelepasan di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Sabtu (1/2).

Baca juga: Karhutla Mengancam Wilayah Ibu Kota Australia

Pada kesempatan itu, hadir Duta Besar Australia untuk Indonesia Gary Quinlan, Wakil Menteri Pertahanan Wahyu Sakti Trenggono, serta tiga Kepala Staf Angkatan.

Menurut dia, Satgas Garuda akan menggunakan pesawat C-130 Hercules TNI AU dari Skadud 32 Lanud Abdurahman Saleh menuju Australia.

Satgas ini berjumlah 44 orang yang terdiri dari Personel TNI sebanyak 41 orang meliputi tiga orang Tim LO berasal dari Angkatan Udara (AD) dan satu dari Angkatan Udara (AU), Tim Zeni Konstruksi 36 orang dengan rincian 26 orang TNI AD (menzikon), enam orang TNI AL (yonmar) dan empat orang TNI AU (disfaksonau) dan tiga lainnya yaitu satu orang dari Kementerian Luar Negeri serta dua orang dari BNPB.

Hadi menjelaskan Satgas Garuda bertugas membantu rural fire service atau layanan pemadaman kebakaran pada lapis kedua.

Kemudian, membuka dan membersihkan akses ke pemukiman warga dan jalur-jalur lainnya dengan wilayah operasi radius yang aman berkisar 5-10 kilometer di Distrik Eden, NSW.

"Atas keputusan pemerintah, TNI diperintahkan mengirimkan pasukan guna membantu penanganan karhutla. Saudara-saudara, para prajurit yang ada di depan saya, adalah duta-duta bangsa dan duta kemanusiaan yang ditugaskan untuk membantu Australia sebagai negara sahabat Indonesia. Tugas ini adalah tugas yang mulia dan penuh dengan nilai-nilai kemanusiaan," ujarnya.

Ia berpesan kepada Satgas supaya melakukan tugas dan kepercayaan tersebut dengan profesional. Para prajurit tidak hanya membawa nama TNI tetapi juga bangsa dan negara.

"Perhatikan selalu faktor keamanan karena kita berhadapan dengan kekuatan alam yang terkadang tidak dapat diprediksi. Pelajari dengan cepat situasi yang ada, tuntutan tugas, serta lingkungan yang berpengaruh, baik langsung maupun tidak langsung agar seluruh kendala dapat diantisipasi dan diatasi," pungkasnya. (OL-1)

BERITA TERKAIT