01 February 2020, 08:30 WIB

AS Batasi Pelancong dari Nigeria dan Lima Negara Lain


Basuki Eka Purnama | Internasional

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Jumat (31/1), memberlakukan pembatasan imigrasi terhadap warga negara di enam negara termasuk Nigeria untuk memperpanjang daftar negara yang masuk dalam daftar pelarangan perjalanan AS.

Selain Nigeria, negara paling padat di Afrika, aturan baru itu juga berlaku untuk Myanmar, Eritrea, Kyrgyzstan, Sudan, dan Tanzania.

"Keputusan presiden itu merupakan hasil dari penilaian komprehensif dan sistematik yang dilakukan oleh Departemen Keamanan Dallam Negeri serta sejumlah badan lainnya," ujar seorang pejabat yang menolak disebutkan namanya,

Baca juga: Senat AS Tolak Panggil Saksi Baru dalam Sidang Pemakzulan Trump

Pejabat itu menambahkan keputusan itu diambil karena negara-negara itu tidak bersedia atau tidak mampu mematuhi aturan dasar manajemen identitas, berbagi informasi, dan penilaian keamanan nasional yang disusun pemerintah AS pada 2017.

Berbeda dengan larangan perjalanan yang dikeluarkan Trump pada Januari 2017, beberapa saat setelah dia menjabat, yang melaran warga dari sejumlah negara mayoritas muslim masuk ke AS, aturan kali ini, yang akan berlaku pada 22 Februari, lebih longgar.

Aturan baru itu hanya mengincar sejumlah kategori visa dan fokus pad aorang yang berusaha masuk ke AS untuk tinggal bukan turis. (AFP/OL-1)

 

BERITA TERKAIT