31 January 2020, 22:48 WIB

Yayasan Pionir Nusantara Berdayakan Guru Lewat Pelatihan Khusus


Syarief Oebaidillah | Humaniora

PERAN guru pendidikan di Indonesia sangatlah besar. Karena itu perlu adanya upaya peningkatan kualitas guru yang dinilai masih belum tertangani dengan baik.

Yayasan Pionir Indonesia pun berupaya meningkatkan kualitas guru Indonesia lewat pelatihan bertajuk Alumni Mengabdi untuk Guru yang pertama kali dihelat pada Hari Guru Nasional 2019 silam.

Pembina Yayasan Pionir Indonesia Anas M Adam mengatakan, pelatihan yang melibatkan jajaran Dinas Pendidikan di daerah juga Kantor Wilayah Kementerian Agama itu, merupakan upaya pihaknya meningkatkan kualitas guru yang tak merata di Indonesia.

“Guru merupakan komponen penting dan ujung tombak pendidikan .Saat ini kualitas guru kita bervariasi dengan tingkat pendidikan beragam. Nah, kami ingin meningkatkan kapasitas guru yang masih banyak belum tertangani dengan baik,” kata Anas dalam keterangan tertulisnya.

Anggaran pelatihan bagi guru dari pemerintah, lanjut Anas yang pernah jadi Direktur Pendidikan Dasar di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan itu, cukup besarr mendapai Rp900 miliar. Namun, jika dikonversi ke tiga juta guru yang ada di Indonesia, jumlahnya jadi sedikit.

Baca juga : Guru Mesti Ubah Pola Pikir di Era Milenial

Padahal, peran guru sangat penting di era perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat cepat saat ini. Sehingga, membutuhkan perubahan materi pembelajaran, perubahan strategi, dan metodologi pembelajaran.

“Tidak dapat kita bayangkan bagaimana pendidikan dapat berlangsung tanpa adanya guru dalam arti luas. Berkat jasa guru telah lahir banyak Profesor, peneliti, jenderal, dokter, pengacara, artis, ekonom, dan berbagai ahli lainnya. Mengingat besarnya peran guru inilah
maka pemerintah memperingati HGN setiap tahunnya,” cetus Anas

Amsori Ahmad al Habsy dari Lembaga Konsultasi Bantuan Hukum Tenaga Pendidikan Indonesia mengatakan, pemerintah perlu membentuk Komisi Perlindungan Guru Indonesia (KPGI) yang bertujuan untuk memastikan tidak adanya diskriminasi antara guru yang berada di bawah nauangan Kemendikbud maupun Kementerian Agama (Kemenag) dalam mendapatkan tunjangan atau pelatihan.

Melalui KPGI dia berharap dapat mengeliminir ego sectoral antara lembaga atau kementerian dalam menangani perlindungan guru. Dia berharap Kemenag dan Kemendikbud dapat saling berkolaborasi mewujudkan terbentuknya KPGI. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT