31 January 2020, 22:17 WIB

MERC Siap Bantu Pemerintah Evakuasi WNI di Wuhan


Syarief Oebaidillah | Humaniora

ORGANISASI relawan kesehatan Medical Emergency Rescue Committee (MERC) menegaskan siap membantu pemerintah dalam proses evakuasi warga negara Indonesia di Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok, terkait merebaknya virus korona baru (2019-nCOV).

"Dalam rangka kemanusiaan jika diperlukan MERC siap terjun ke Wuhan membantu WNI di Tiongkok untuk di evakuasi. Namun ini harus diperkuat koordinasi," kata Sarbini, Ketua Presidium MERC pada konferensi pers di kantor MERC Jakarta, Kamis (30/1).

Terkait hal itu, Sarbini mengaku dalam waktu dekat akan berkomunikasi dengan pihak pemerintah untuk melakukan proses evakuasi, MERC telah menyiapkan tim sebanyak tiga orang yang kompeten dalam hal penanganan virus dan memahami standar evakuasi.

Ia menjelaskan, dalam pemantauan MERC, hingga kini di Indonesia masih cukup aman belum ada yang terkena virus korona Wuhan. Namun, MERC meminta pemerintah dan masyarakat tetap waspada serta menjaga kondisi tubuh.

Baca juga ; Mahasiswa Indonesia di Wuhan Akui Diminta Bersiap Evakuasi

Presidium dan juga Dewan Pendiri MERC Yogi Prabowo menambahkan, berdasarkan data yang ia peroleh terdapat lebih dari 240 orang WNI di Wuhan. Tak hanya WNI yang tertahan, warga negara asing (WNA) lainnya yang berada di Wuhan pun jumlahnya tak sedikit.

Berdasarkan kebijakan dunia, kata dia, masyarakat di Wuhan diharuskan untuk menjalani isolasi terlebih dahulu sebelum dievakuasi.

“Kebijakan isolasi dari dunia itu kita cermati, karena ada beberapa negara maju yang berupaya melakukan evakuasi seperti Jerman. Tapi tentu saja penanganan evakuasi ini tidak mudah,” kata Yogi.

Menurutnya, proses evakuasi dapat dilakukan dengan beberapa persyaratan. Antara lain Indonesia harus memiliki tempat karantina, dan apabila terdapat korban yang menderita sakit maka dia harus dirawat di ruang isolasi yang berada di rumah sakit di Indonesia.

Karantina penting dilakukan agar WNI yang dievakuasi dan dipulangkan ke tanah air tidak menyebarkan virus korona itu ke masyarakat. (OL-7)

BERITA TERKAIT