01 February 2020, 01:20 WIB

Awal Februari Curah Hujan masih Tinggi, Waspada Banjir


Ifa/Ata/H-2 | Humaniora

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan waspada terhadap ancaman bencana banjir pada minggu pertama Februari 2020. Hal itu didasari adanya potensi hujan dengan intensitas tinggi di wilayah Sumatra bagian Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Papua.

“Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi. Ini yang perlu kita waspadai sepanjang minggu pertama Februari,” tutur Sub Bidang Peringatan Dini dan Iklim Kedeputian Klimatologi BMKG Supari dalam jumpa pers di Gedung BNPB, Jakarta, kemarin.

Sebaliknya, BMKG juga mengingatkan ancaman kekeringan serta kebakaran lahan dan hutan (karhutla), mengingat sebagian wilayah Indonesia pada Februari ini justru memiliki curah hujan rendah. “Yang perlu perhatian di Sumatra bagian Utara di pesisir timur, mulai dari Aceh Timur, Sumatra Utara bagian timur, Riau,” jelas Supari.

Kepala Sub Bagian Hubungan Pers dan Media BMKG, Dwi Rini Endra Sari menambahkan, saat ini masa udara basah di lapisan rendah masih terkonsentrasi di sebagian besar Indonesia. “Kecuali di Riau, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Papua Barat,” jelasnya.

Berbekal informasi dari BMKG, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyerukan agar masyarakat waspada. Tidak hanya bencana banjir dan karhutla, tapi juga tanah longsor dan puting beliung.

BNPB mencatat, sepanjang Januari 2020 telah terjadi 297 kejadian bencana yang menyebabkan 93 orang tewas dan 2 orang hilang. Jika dibandingkan periode yang sama di 2019, angkanya menurun 31,6% dari 434 kejadian bencana menjadi 297 bencana.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo mengatakan, sebanyak 92% korban jiwa dalam bencana di awal tahun ini diakibatkan kejadian banjir. “Kejadian banjir Jabodetabek merupakan kejadian yang paling banyak menimbulkan korban jiwa 62 orang.” (Ifa/Ata/H-2)

BERITA TERKAIT