31 January 2020, 17:40 WIB

Wisatawan di Indonesia Mencari Nilai Lebih Dibandingkan Biaya


Fetry Wuryasti | Weekend

WISATAWAN di Indonesia lebih mementingkan untuk mendapat nilai lebih dibandingkan biaya. Mereka juga mengutamakan pengalaman digital yang baik ketika berwisata.

Global Digital Traveler Survey (GDTR) 2019 yang diumumkan oleh Travelport dan Galileo Indonesia, menyebut hampir 9 dari 10 wisatawan di Indonesia lebih mencari nilai lebih ketika memesan tiket pesawat ketimbang sekadar mencari harga termurah.

Direktur Regional Wilayah Operator APAC Travelport, Gary Harford dan Presiden Direktur Galileo Indonesia, Raymond Setokusumo Travelport’s 2019 Global Digital Research, menyurvei 23 ribu orang dari 20 negara, termasuk dari Indonesia.

Sebanyak 88% wisatawan di Indonesia menganggap bahwa nilai tambah adalah prioritas utama dalam memilih maskapai penerbangan. Konsisten dengan temuan tersebut, hanya 6% yang melakukan pemesanan tiket berdasarkan pertimbangan biaya, yang berbeda secara signifikan dibanding persentase rata-rata global sebesar 18%.

"Tren ini terlihat di semua kelompok umur," kata Haford melalui rilis yang diterima, Jumat (31/1).

Para wisatawan ingin mempersonalisasi penerbangan mereka dengan pesanan layanan tambahan seperti ruang kaki yang lebih luas atau makanan ekstra.

Menariknya, wisatawan di Indonesia tergolong paling rela memberikan lebih banyak informasi pribadi kepada pihak maskapai penerbangan, selama mereka bisa mendapatkan penawaran khusus.

Bagian dari pertimbangan nilai lebih oleh para wisatawan adalah ekspektasi yang tinggi terhadap maskapai, yaitu aspek kehandalan maskapai (91%), rute/jadwal penerbangan yang ideal (88%), layanan pelanggan yang baik (88%) dan pengalaman yang menyenangkan selama penerbangan (86%).

Wisatawan di Indonesia menganggap pengalaman digital yang baik seperti check-in dan mengakses informasi gate secara online, adalah hal yang penting dalam memilih maskapai.

Para wisatawan ini juga tergolong yang paling mungkin untuk merasa frustrasi, bila tidak bisa mengakses informasi pemesanan mereka lewat perangkat seperti smartphone.

Meskipun para wisatawan tertarik menggunakan teknologi mutakhir untuk meningkatkan pengalaman pemesanan perjalanan mereka, respons terhadap survei tahun ini menunjukkan bahwa teknologi tidak selalu menjadi jawaban.

Regional Director APAC Operator Territories Travelport Gary Harford mengatakan wisatawan mengharapkan pengalaman sederhana dan menyenangkan dari penyedia jasa pariwisata.

"Riset kami menunjukkan bahwa teknologi berperan penting dalam hal ini – baik dalam memberikan layanan penawaran terpersonalisasi yang diharapkan oleh wisatawan di Indonesia, atau membantu mereka mencari nilai terbaik," kara Gary. (M-4)

BERITA TERKAIT