31 January 2020, 10:00 WIB

Penggunaan Hijab Sebagai Pesan Self Respect


mediaindonesia.com | Humaniora

HARI Hijab Dunia atau World Hijab Day diperingati setiap 1 Februari. Pada peringatannya, pesan yang disampaikan tidak hanya seputar toleransi saja, juga menyuarakan pemberdayaan, kebebasan, dan juga self-respect oleh perempuan melalui penggunaan hijab. 

Dalam rangka merayakan World Hijab Day kali ini, mulai 31 Januari-2 Februari, Biolage Indonesia menghadiahkan perempuan Indonesia diskon hingga 50% untuk servis Cool Therapy+++ di ribuan salon Matrix seluruh Indonesia untuk mengapresiasi diri mereka.

Seperti diketahui, contoh bentuk dari self-respect yang disuarakan oleh World Hijab Day adalah mengapresiasi diri (self-reward) atas apa yang telah dilakukan selama ini. 

Apresiasi diri dapat dilakukan dengan cara merawat diri (self-care) juga dianggap menjadi faktor penting untuk meningkatkan produktivitas seseorang, hal ini disampaikan Dr Russell Thackeray, seorang psikolog klinis berlisensi yang membuka konsultasi soal produktivitas. 

Namun sayangnya, terlalu fokus oleh apa yang dikerjakan terkadang membuat perempuan, baik berhijab maupun tidak, lupa untuk menghargai pencapaian yang telah diraih, baik besar maupun kecil. 

"World Hijab Day 2020 sendiri menjadi tahun ketiga bagi Biolage Indonesia dalam merayakan gerakan yang dipelopori oleh Nazma Khan," kata Biolage dalam sebuah keterangan, Jumat (31/1).

Tahun ini, melalui kampanye #PowerOfHijabCare Biolage Indonesia ingin mengingatkan dan mengajak wanita Indonesia, terutama wanita berhijab, untuk terus mengapresiasi diri. 

Servis Cool Therapy+++ merupakan pilihan yang tepat untuk perawatan kulit kepala intensif yang mengandung bahan-bahan alami seperti mint dan bergamot. Bekerja untuk tiga masalah kulit kepala perempuan Indonesia sehingga bersih dari ketombe, rambut rontok berkurang, dan bebas lepek 48 jam, Servis Cool Therapy+++ terdiri dari tiga jenis: servis bebas ketombe, bebas rontok, dan bebas lepek.

Shireen Sungkar, Brand Ambassador Biolage Indonesia juga menceritakan pengalamannya merawat masalah rambut yang berbeda sebelum dan setelah ia berhijab.

“Sebelum berhijab, permasalahan utama rambut aku itu kering di batang dan ujung rambut, yang mana muncul karena sering di-styling. Tapi setelah berhijab, masalah nggak hanya ada pada rambut, tetapi juga kulit kepala yaitu lepek, ketombe, dan rambut  rontok, soalnya kan lebih sering tertutup," ujarnya.

"Sehingga perawatan seperti servis Cool Therapy+++ ini diperlukan, dimana perawatannya intensif nggak hanya ke rambut tetapi juga kulit kepala. Dengan frekuensi ke salon minimal du kali dalam sebulan, kulit kepala aku jadi tetap terawat dan segar meskipun setiap hari beraktivitas menggunakan hijab," imbuh Shireen. 

Brand General Manager Matrix Indonesia, Amanda Indarwulan, menambahakan, berdasarkan hasil riset yang telah dilakukan oleh Biolage, setelah menggunakan hijab frekuensi perempuan Indonesia yang datang ke salon ternyata semakin meningkat. 

Selain untuk mengatasi masalah rambut dan kulit kepala, perempuan berhijab juga memahami pentingnya melakukan self-care di salon dengan tiga alasan utama yaitu menjaga pemberian Tuhan, memelihara kecantikan untuk pasangan, serta meluangkan waktu untuk memanjakan diri sendiri.

"Penggunaan hijab juga tidak membuat wanita membatasi aktivitas mereka. Dengan hijab, mereka tetap dapat menjalankan satu atau 
multi peran di dunia karir dan sosialnya,” terang Amanda. (OL-09)

BERITA TERKAIT