31 January 2020, 16:11 WIB

Ribuan Warga Karawang Alami Rawan Pangan


Cikwan Suwandi | Nusantara

SEKITAR 2.916 nelayan di Kecamatan Cilamaya Kulon, Karawang, Jawa Barat, mengalami rawan pangan akibat tak mampu melaut. Hal itu disebabkan hilangnya tangkapan rajungan sebagai dampak pencemaran minyak mentah dari kebocoran sumur YYA-1 PT Pertamina Hulu Energi (PHE) beberapa bulan lalu.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang, Supriatna, mengatakan banyak nelayan kehilangan penghasilan akibat pencemaran laut. Mereka kemudian mengadu ke Pemerintah Kabupaten Karawang untuk diberikan bantuan pangan.

"Kami berikan bantuan sesuai dengan pengajuan dari masyarakat," ungkap Supriatna kepada Media Indonesia, Jumat (31/1).

Baca juga: Emil Perintahkan Pertamina Mengecek Pipa Kilang Minyak

Sesuai dengan permohonan masyarakat, pemerintah daerah menyalurkan 2.624 kilogram (kg) beras untuk 2.916 jiwa. Bantuan beras disalurkan untuk kebutuhan pangan selama tiga hari.

"Mereka mengajukan ke BPBD, kemudian kita rekomendasikan ke Dinas Pangan Kabupaten Karawang. Karena ini merupaka rawan pangan dan yang berhak mengeluarkan cadangan pokok pangan daerah adalah dinas tersebut," jelasnya.

Cadangan pokok pangan daerah, lanjut Surpriatna, bisa dikeluarkan untuk daerah yang mengalami rawan pangan. Berbeda dengan cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikeluarkan untuk kebutuhan tanggap darurat bencana.

"Kalau bencana setiap daerah itu punya jatah sekitar 100 ton pertahun. Pengajuan tetap ke BPBD, tetapi yang berhak mengekuarkan adalah Dinas Sosial," tutupnya.(OL-11)

BERITA TERKAIT