31 January 2020, 13:55 WIB

Inggris Resmi Pisah dari Uni Eropa


Rifaldi Putra Irianto | Internasional

TERHITUNG hari ini, Jumat (31/1) Inggris resmi mengakhiri hampir setengah abad integrasi dengan tetangga terdekatnya, dan mengakhiri keanggotaannya bersama dengan blok Uni Eropa (UE).

Inggris memulai babak baru dalam sejarah panjangnya, tepat pada tengah malam di Brussel. Inggris menjadi negara pertama yang meninggalkan blok UE dan menjalankannya sendiri untuk pertama kalinya sejak 1973.

Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson telah mendukung Brexit sejak pemungutan suara referendum 2016 untuk meninggalkan blok UE yang memicu kepahitan dan perpecahan. Dia telah berjanji untuk memimpin negara itu ke masa depan yang cerah.

"Tugas kami sebagai pemerintah, tugas saya, adalah menyatukan negara ini dan membawa negara ini terus maju, "kata Johnson dalam sebuah pernyataan untuk menandai peristiwa bersejarah itu.

"Ini bukan akhir tetapi awal. Ini adalah saat ketika fajar menyingsing dan tirai naik untuk sebuah tindakan baru." Sambungnya.

Ia mengatakan, tidak akan ada yang segera terasa berbeda pada periode transisi yang dinegosiasikan sebagai bagian dari kesepakatan keluar UE-UK, yang telah disahkan.

Warga Inggris akan dapat bekerja dan berdagang secara bebas dengan negara-negara UE hingga 31 Desember, dan sebaliknya, meskipun Inggris tidak akan lagi terwakili di lembaga-lembaga blok tersebut.

Sebelumnya, Pada sidang yang berlangsung di Brussels, Belgia, Kamis (30/1), Parlemen Eropa (Members of the European Parliament/MEPs) mereka bergandengan tangan dengan berurai air mata dan menyanyikan Auld Lang Syne.

Setelah akhirnya Parlemen Eropa meratifikasi Perjanjian Penarikan Brexit dimana pemungutan suara dengan hasil 621 suara mendukung dan hanya 49 menolak, menyusul debat emosional di Brussels.

Beberapa anggota parlemen Inggris mengatakan mereka berharap Inggris akan kembali suatu hari nanti meskipun eurosceptics, termasuk Nigel Farage dari Partai Brexit, menggunakan pidato terakhir mereka untuk mengoyakkan Uni Eropa.

Menandatangani surat yang mengonfirmasi persetujuan UE, Presiden Parlemen Eropa, David Sassoli, mengatakan kedua belah pihak harus memperhatikan kata-kata almarhum anggota parlemen Partai Buruh, Jo Cox, bahwa ada lebih banyak hal yang mempersatukan daripada yang memecah belah.

"Kalian meninggalkan Uni Eropa, tetapi kalian akan selalu menjadi bagian dari Eropa... Sangat sulit untuk mengucapkan selamat tinggal. Itulah sebabnya, seperti kolega saya, saya akan mengatakan sampai jumpa lagi,” ujarnya. (AFP/OL-13)

BERITA TERKAIT