31 January 2020, 12:49 WIB

Evakuasi WNI di Tiongkok Terganjal Administrasi


Andhika prasetyo | Humaniora

PERINTAH evakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Hubei, Tiongkok, telah dikeluarkan Presiden Joko Widodo, pada Kamis (30/1) kemarin.

Namun, bukan berarti pasukan penjemput dari Tanah Air bisa langsung meluncur menuju provinsi yang menjadi sumber penyebaran virus korona tersebut.

Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Fadjroel Rachman, mengatakan terdapat proses yang harus terlebih dahulu diselesaikan. Tentunya sebelum membawa pulang 243 WNI dari Hubei, termasuk 93 orang di Kota Wuhan.

Seperti diketahui, sebagian besar WNI di provinsi tersebut merupakan pelajar perguruan tinggi. Sebelum dijemput pulang, mereka harus mengurus administrasi kepulangan, agar proses pendidikan yang ditempuh tidak terganggu.

Baca juga: Virus Korona Bisa Sembuh oleh Tubuh Sendiri

"Sebagian besar mereka kan mahasiswa. Apa bisa kira-kira langsung dicabut dari universitasnya? Mereka meminta untuk keperluan evakuasi, mereka meminta menyelesaikan dulu semua persoalan administrasi. Hal lain untuk bisa bersama-sama dievakuasi," ujar Fadjroel di Kompleks Istana Kepresidenan, Jumat (31/1).

Fadjroel pun tidak bisa memastikan kapan proses persiapan sebelum evakuasi selesai. Di dalam negeri, seluruh instansi terkait pun masih terus menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan agar evakuasi berjalan lancar.

"Tadi pagi saya sudah berbicara dengan Panglima TNI (Hadi Tjahjanto). Beliau mengatakan siap kalau memang TNI dikerahkan untuk menjemput. Tetapi sekarang belum ada keputusan apakah akan memakai pesawat TNI atau sipil. Itu akan segera diputuskan dalam rapat yg akan datang," tutur Fadjroel.

Ketika nanti sudah diputudkan, lanjut dia, proses pemulangan semestinya bisa dilakukan dengan cepat. Mengingat, jumlah WNI di Hubei hanya 243 orang. Dengan satu pesawat sipil atau tiga pesawat hercules, evakuasi bisa dilakukan dalam satu kali penjemputan.

"Tetapi kami masih mematangkan skemanya. Apakah WNI yang berasal dari Wuhan perlu dipisah dengan WNI yang berasal dari kota lain," tandasnya.(OL-11)

BERITA TERKAIT