30 January 2020, 21:25 WIB

Soal Ekspor Nikel, Indonesia Utamakan Kepentingan Nasional


mediaindonesia.com | Ekonomi

PEMERINTAH Indonesia terus berupaya mengedepankan kepentingan ekspor mineral dan batu bara saat melaksanakan pertemuan konsultasi di Kantor Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) di Jenewa, Swiss, dengan Uni Eropa. 

"Melalui proses konsultasi ini, kami berharap Uni Eropa akan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang kebijakan Indonesia di bidang mineral dan batu bara," kata Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga dalam keterangan persnya, Kamis (30/1).

"Adapun kebijakan pemerintah Indonesia saat ini merupakan upaya optimalisasi sumber daya secara berkelanjutan melalui peningkatan nilai tambah barang yang diekspor," kata Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga, Kamis (30/1).

Konsultasi tersebut merupakan tindak lanjut dari permohonan yang diajukan Uni Eropa kepada WTO dan pemerintah Indonesia. Pemerintah diwakili Kementerian Perdagangan, Kementerian Luar Negeri, beberapa lembaga terkait, dan para pemangku kepentingan di sektor tambang.

Pertemuan konsultasi merupakan forum bagi anggota WTO yang bertujuan menggali lebih dalam kebijakan negara mitra dagang yang diduga melanggar komitmen di WTO. Dalam pertemuan itu, baik pemerintah Indonesia dan Uni Eropa mendapatkan kesempatan mengulas masalah yang jadi perhatian dan diharapkan bisa mencari solusi yang damai.

“Kami berharap hasil positif dari proses konsultasi ini guna memperlancar hubungan perdagangan sekaligus memfasilitasi para pelaku usaha dari kedua pihak,” kata Wamendag.

Jerry juga menjelaskan bahwa saat ini Indonesia ada dalam tahapan pengembangan produk dengan nilai tambah. Ke depannya, Indonesia diharapkan tidak lagi hanya mengekspor produk-produk mentah saja.

Salah satu yang menjadi sorotan jelang konsultasi ini adalah kebijakan Indonesia menyetop ekspor nikel mentah yang efektif berlaku mulai 1 Januari 2020. Jerry menganggap gugatan dari Uni Eropa ini adalah hal yang biasa terjadi dalam perdagangan global. 

“Yang pasti, tidak ada peningkatan tensi hubungan antara Indonesia dan Uni Eropa. Kita cari solusi terbaik dan tetap mengedepankan kepentingan perdagangan Indonesia ke depannya,” kata Jerry.

Apabila dalam pertemuan konsultasi ini belum tercapai kesepakatan, maka proses akan dilanjutkan dengan penyelesaian sengketa di WTO melalui pembentukan panel. (OL-09)

BERITA TERKAIT