31 January 2020, 10:18 WIB

Seorang Pencari Kayu Tewas Diterkam Harimau


Rudi Kurniawansyah | Nusantara

DARMAWAN bin Zulkifli, 42, warga Desa Pasir Mas, Kecamatan Batang Tuaka, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, tewas secara mengenaskan akibat diterkam harimau sumatra (Panthera Tigris Sumatrae), Kamis (30/1).

Korban ditemukan tewas saat sedang mencari kayu atau diduga membalak liar bersama dua rekannya Sujati bin Singgih, 54, dan Sudirman bin Harli, 22, di kawasan hutan bekas Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Hutan Alam (IUPHHK-HA) atau Hak Pengusahaan Hutan (HPH) PT Bhara Induk di Kecamatan Pelangiran Kabupaten Indragiri Hilir, Riau.

"Kami telah mendapatkan informasi, bahwa telah terjadi konflik antara harimau Sumatra dengan manusia yang menimbulkan korban satu orang meninggal dunia. Atas peristiwa tersebut, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya," kata Kepala BBKSDA Riau Suharyono di Pekanbaru, Jumat (31/1).

Suharyono menjelaskan lokasi kejadian pada kawasan hutan bekas IUPHHK-HA atau HPH PT Bhara Induk di Kecamatan Pelangiran. Itu merupakan bagian dari Lansekap Kerumutan dikenal sebagai kantong atau habitat harimau Sumatra.

"Dan berdasarkan keterangan dari dua saksi, mereka bertiga sedang melakukan pencarian kayu diduga ilegal logging," jelas Suharyono.

Berdasarkan hasil olah TKP menunjukkan bahwa kegiatan ketiga orang ini di kawasan hutan. BBKSDA menyimpulkan bahwa kegiatan tersebut merupakan kegiatan yang tidak sesuai dengan aturan hukum atau perundang-undangan yang berlaku.

"Karena untuk melakukan aktivitas pencarian kayu dalam kawasan hutan harus berdasarkan izin yang sah," tegasnya.

Dia menambahkan, tim BBKSDA Riau bersama-sama para pemangku kepentingan lainnya yaitu pemerintah dan swasta sedang melakukan kegiatan persiapan di lapangan, yang juga berada pada landscape yang sama, dalam rangka penanganan harimau Sumatra yang selama ini meresahkan warga.

baca juga: Satu Tewas Tertimbun Longsor di Tarutung

"Imbauan kami kepada masyarakat, agar  masyarakat tetap tenang dan tidak mengambil tindakkan anarkis terhadap satwa harimau tersebut. Percayakan kepada aparat pengamanan setempat dan kami untuk melakukan langkah-langkah sesuai dengan kewenangan kami. Selama ini sudah kami mulai untuk segera menuntaskan permasalahan ini secara tuntas," jelas Suharyono. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT