31 January 2020, 10:00 WIB

AS Jatuhkan Sanksi Baru untuk Iran


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

PEMERINTAHAN Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Kamis (30/1), mengatakan mereka akan melanjutkan--setidaknya untuk saat ini-- kebijakannya untuk tidak memberikan sanksi kepada perusahaan asing yang bekerja dengan program nuklir sipil Iran.

Tetapi AS mengisyaratkan kampanye tekanan mereka terhadap Teheran terus berlanjut, Departemen Keuangan mengumumkan sanksi baru yang menargetkan kepala program nuklir Iran dan badan yang dipimpinnya.

Brian Hook, utusan AS untuk Iran, mengatakan Washington akan memperbarui selama 60 hari keringanan sanksi yang memungkinkan perusahaan-perusahaan Rusia, Eropa, dan Tiongkok untuk terus bekerja pada fasilitas nuklir sipil Iran tanpa melanggar sanksi AS.

Baca juga: Rencana Perdamaian Timur Tengah Trump Langgar Hukum Internasional

Hal itu adalah salah satu komponen yang tersisa dari kesepakatan nuklir 2015 yang ditinggalkan Presiden Trump pada 2018.

Hook mengatakan kepada wartawan di Departemen Luar Negeri, meskipun keringanan akan tetap berlaku, AS akan memonitor dengan cermat semua aspek program nuklir Iran.

Ia mengatakan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo dapat mengakhiri proyek-proyek ini sesuai perkembangan.

Kaum garis keras anti-Iran di Kongres, termasuk senator Republik Ted Cruz dan Tom Cotton, berpendapat keringanan harus dicabut karena itu memberikan Iran akses ke teknologi yang dapat digunakan untuk membuat senjata.

Sanksi baru terhadap Iran yang diumumkan AS pada Kamis (30/1) menargetkan Organisasi Energi Atom Iran dan direkturnya, Ali Akbar Salehi. Sanksi tersebut membekukan semua aset yang dimiliki Salehi dalam yurisdiksi AS.

Sanksi baru datang di tengah meningkatnya ketegangan antara Teheran dan Washington sejak Trump secara sepihak menarik AS dari kesepakatan nuklir Iran 2015 dengan kekuatan dunia pada Mei 2018.

Sejak itu, Iran telah mulai melanggar ketentuan kesepakatan, yang membatasi pengayaan uraniumnya.

Secara terpisah, Departemen Keuangan mengumumkan saluran keuangan baru untuk barang-barang kemanusiaan telah dibentuk dengan Swiss untuk kepentingan pasien medis di Iran. Hook mengatakan empat pengiriman obat kanker dan transplantasi telah dikirim ke Iran.

"Pasien kanker dan transplantasi Iran menerima perawatan melalui saluran ini, yang tunduk pada uji ketat untuk menghindari penyalahgunaan oleh rezim Iran," kata Departemen Keuangan. (Ahramonline/OL-1)

BERITA TERKAIT