31 January 2020, 08:10 WIB

Shio Saya Kerbau, Mesti Kerja Lebih Keras


Dhika Kusuma Winata/X-7 | Humaniora

"SHIO saya kerbau. Katanya tahun ini saya harus kerja keras. Padahal, saya lima tahun kemarin juga sudah superkerja keras," ujar Presiden Joko Widodo dalam sambutan di acara Perayaan Imlek Nasional 2020 di Indonesia Convention Expo (ICE) BSD, Tangerang Selatan, Banten, kemarin.

Dalam kesempatan itu Presiden menyinggung tantangan ekonomi yang dihadapi. Menurutnya, ekonomi dunia sedang pada posisi menurun dan penuh ketidakpastian. Karena itu, imbuh Jokowi, kerja keras dan kerja cepat dibutuhkan bangsa Indonesia agar mampu menghadapi perubahan.

Tak seperti biasanya yang kerap mengenakan batik atau kemeja putih, kali ini Presiden tampil dengan changsan merah menyala karya desainer Anne Avantie.

Presiden juga kembali menegaskan soal menjaga keberagaman bangsa. Ia bahkan sempat berguyon mengomentari penampilan Menko PMK yang mengenakan changsan dengan kopiah hitam.

"Menko PMK pakai baju adat Tionghoa, tapi pakai peci. Nggak ada selain di Indonesia ini, yang begitu nggak ada," seloroh Jokowi diikuti tawa para tamu undangan.

Tak sampai di situ, candaan Jokowi juga berlanjut menyasar penampilan Ketua Panitia Imlek Nasional Gandi Sulistiyanto. Sebagai orang Tionghoa yang notabene juga ketua panitia, Gandi justru mengenakan beskap Jawa lengkap dengan belangkon.

"Saya senang pagi ini bisa pakai baju ini (changsan). Ketua panitianya justru pakai baju tradisional Jawa. Ini kan dibalik-balik aja," canda mantan Wali Kota Solo itu lagi.

Menurut Presiden, gaya berpakaian 'terbalik-balik' itu menyimbolkan penghargaan terhadap keberagaman. Ia pun mengingatkan agar sikap tersebut, berikut keberagaman yang dimiliki bangsa ini perlu terus dirawat.

Ini merupakan kali kedua Jokowi menghadiri perayaan Imlek nasional. Perayaan tahun ini mengusung tema Bersatu untuk Indonesia maju. Sebanyak 10.000 tamu undangan hadir. Mereka berasal dari berbagai profesi dan agama.

"Bayangkan kita ini beragam, ada 714 suku dengan bahasa daerah 1.100 lebih. Enggak ada negara seberagam Indonesia. Ini yang patut kita syukuri, bahwa meskipun kita beraneka ragam, tapi kita tetap satu sebagai saudara sebangsa dan setanah air," pungkas Jokowi. (Dhika Kusuma Winata/X-7)

BERITA TERKAIT