31 January 2020, 08:05 WIB

WNI Dievakuasi


Dhika Kusuma Winata | Internasional

PEMERINTAH memutuskan mengevakuasi warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Wuhan dan beberapa daerah lain di Provinsi Hubei, Tiongkok.

Keputusan itu disampaikan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi seusai mengikuti rapat yang dipimpin Presiden Joko Widodo di Pangkalan Utama TNI-AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, kemarin.

"Tadi Bapak Presiden memerintahkan agar evakuasi WNI di Provinsi Hubei segera dilakukan," kata Retno.

Sebelumnya, Presiden menyatakan pemerintah telah menyiapkan upaya evakuasi WNI terkait dengan kebutuhan, termasuk pelibatan TNI dalam penjemputan dan pemeriksaan kesehatan di Indonesia setelah penjemputan itu.

"Memang yang paling siap TNI yang berhubungan dengan bidang kesehatan. Kita ada tim di RSPAD yang sudah siap," ujar Jokowi.

Menurut data KBRI Beijing, terdapat 243 WNI di Wuhan dan tujuh lokasi lain di Provinsi Hubei. Kini, pemerintah terus mematangkan kesiapan penjemputan dan memastikan pengelolaan logistik pemindahan seluruh WNI dari tujuh titik di Provinsi Hubei.

"Hal ini diperlukan agar tidak ada hambatan saat pemulangan nanti. Pemerintah Tiongkok siap memfasilitasi pemulangan WNI dari wilayah terdampak virus korona di Provinsi Hubei ke Indonesia," demikian rilis Kemenlu RI, kemarin.

Kepada Media Indonesia, Menkes Terawan Agus Putranto mengatakan seluruh WNI di Wuhan, Tiongkok, belum ada yang terjangkit virus korona. "Sampai detik ini 249 warga kita di Wuhan belum ada yang kena. Di Indonesia juga belum."

Negatif

Kepala Program Kedaruratan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Mike Ryan, memuji tanggapan Tiongkok atas wabah mematikan itu. Virus misterius dan mematikan itu menyebar ke seluruh Tiongkok hingga menewaskan lebih dari 130 orang dan hampir 6.000 lainnya terinfeksi.

"Kita berada di titik penting. Kami juga percaya rantai penularan ini dapat terputus," ungkap Ryan.

Hingga Rabu (29/1), 110 pasien terjangkit virus korona dinyatakan sembuh meskipun sampai kini belum ditemukan vaksin penangkal wabah tersebut.

"Artinya, kalau kita terkena virus, tubuh bisa mengobati. Istirahat cukup, banyak makan, dan tidur cukup. Nanti tubuh sendiri yang akan menyembuhkan," jelas Dekan Fakultas Kedokteran UI, Ari Fahrial Syam.

Ahli mikrobiologi FKUI, Fera Ibrahim, menambahkan iklim tropis bisa menjadi salah satu penyebab matinya virus korona. "Sinar matahari membantu kita untuk inaktivasi virus. Berdasarkan pengalaman waktu berjangkitnya wabah SARS, masyarakat Indonesia juga terbebas. Salah satu faktornya karena matahari."

Sementara itu, dua pasien yang dirawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung, dipastikan negatif dari paparan virus korona. Hal itu dibuktikan dari hasil pemeriksaan Balitbangkes, Rabu (29/1).

"Alhamdulillah siang ini secara resmi pihak rumah sakit menerima hasil pemeriksaan terhadap HGT dan HA yang secara resmi negatif," kata Dirut RS Hasan Sadikin, Nina Susana Dewi, kemarin.

Ketua Tim Penanganan Infeksi Khusus RS Hasan Sadikin, Yovita Hartantri, menambahkan bahwa pasien HGT sudah dipulangkan kemarin sore, sedangkan pasien HA dalam kondisi baik. "Kami akan pantau kondisi terakhir pasien. Dalam dua hari terakhir kondisi mereka sudah stabil. Selanjutnya kami akan melakukan pertemuan tim untuk kelanjutan perawatan." (Tim/X-3)

BERITA TERKAIT